Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Matahari akan berada tepat di atas Kabah pada Juli 2026. Peristiwa ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (15/7/2026) hingga Jumat (17/7/2026).
Manfaatkan Fenomena untuk Koreksi Arah Kiblat
Saat fenomena terjadi, benda yang berdiri tegak dan terkena sinar Matahari akan menghasilkan bayangan yang mengarah tepat ke arah kiblat. Menurut unggahan di akun media sosial Instagram BMKG pada Selasa (14/7/2026), kondisi ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memeriksa dan mengoreksi arah kiblat secara mandiri.
BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini dikenal sebagai "rashdul qiblah" atau hari kiblat. Pada saat itu, posisi Matahari tepat berada di zenith Kabah, sehingga bayangan benda vertikal menunjukkan arah kiblat dengan akurat.
Waktu dan Lokasi Pengamatan
Fenomena ini dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia pada siang hari, saat Matahari berada di atas Kabah. Waktu tepatnya bervariasi tergantung lokasi, namun secara umum terjadi antara pukul 16.18 hingga 16.27 WIB. Masyarakat disarankan menggunakan tongkat atau benda lurus lainnya yang ditancapkan tegak lurus di tanah, lalu amati arah bayangan yang terbentuk.
BMKG mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk memverifikasi arah kiblat di masjid, musala, atau rumah masing-masing. Fenomena serupa sebelumnya terjadi pada tahun 2021 dan akan kembali terjadi pada tahun 2027.



