Sekolah Strada Kompleks Cilincing, Jakarta Utara, tidak hanya menjadikan masalah sampah plastik dan pemanasan global sebagai materi pelajaran. Melalui berbagai kegiatan nyata, sekolah ini mengajak siswa belajar mencintai lingkungan sekaligus menghidupkan semangat Laudato Si', ensiklik Paus Fransiskus tentang merawat bumi sebagai rumah bersama.
Pendidikan Karakter Berbasis Lingkungan
Pembelajaran diwujudkan melalui aktivitas seperti memanfaatkan botol plastik bekas menjadi pot tanaman, menanam pohon dan tanaman hias, hingga membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Program ini melibatkan siswa dari TK Strada Santa Theresia, SD Strada Tunas Keluarga Mulia I, SD Strada Tunas Keluarga Mulia II, dan SMP Strada Santo Fransiskus Xaverius III.
Integrasi Nilai Laudato Si' dalam Pembelajaran
Lebih dari sekadar kerja bakti, Sekolah Strada Kompleks Cilincing mengintegrasikan nilai-nilai Laudato Si' ke dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga mengembangkan kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap lingkungan. Pendekatan kontekstual membuat isu-isu lingkungan yang sering dijumpai sehari-hari menjadi lebih mudah dipahami. Siswa dapat melihat langsung bahwa tindakan sederhana mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya.
Mengubah Limbah Menjadi Bernilai Guna
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah memanfaatkan botol plastik bekas menjadi pot tanaman. Botol yang sudah tidak terpakai dimodifikasi, diisi tanah dan bibit tanaman, kemudian ditempatkan di berbagai sudut sekolah. Proses ini melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Melalui kegiatan ini, mereka belajar mengenali tahapan sederhana dalam mengolah kembali barang bekas sekaligus memahami konsep reuse sebagai upaya mengurangi sampah plastik.
Pembelajaran kontekstual ini juga mendorong kreativitas siswa. Mereka diajak melihat bahwa barang yang semula dianggap limbah masih memiliki nilai guna jika diolah dengan tepat. Pot tanaman hasil karya siswa tidak hanya mempercantik lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang dilakukan bersama.
Menumbuhkan Kepekaan terhadap Ruang Hijau
Komitmen menjaga lingkungan juga diwujudkan melalui kegiatan menanam pohon dan tanaman hias di area sekolah. Selain memperindah lingkungan, kegiatan ini menjadi media pembelajaran mengenai pentingnya ruang hijau bagi kehidupan. Sekolah Strada Kompleks Cilincing dikelilingi pepohonan, menunjukkan pentingnya ruang hijau bagi kehidupan.



