Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama sejumlah sastrawan melakukan ziarah ke makam Chairil Anwar di TPU Karet Bivak, Jakarta. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Puisi Nasional yang jatuh setiap 28 April, bertepatan dengan hari wafat Chairil Anwar pada tahun 1949.
Ziarah tersebut dirangkaikan dengan pembacaan puisi serta diskusi bertajuk 'Apa Pentingnya Chairil Anwar Bagi Indonesia'. Dalam sambutannya, Fadli menyatakan kehadirannya merupakan bentuk penghormatan atas undangan keluarga Chairil Anwar, khususnya putri tunggalnya, Evawani Alissa. Ia menegaskan Chairil Anwar merupakan sosok penting dalam sejarah sastra Indonesia dan dikenal sebagai pelopor Angkatan '45 bersama Asrul Sani dan Rivai Apin.
Pengaruh Karya Chairil Anwar
Fadli juga menyoroti besarnya pengaruh karya-karya Chairil yang tetap relevan hingga kini, meski ditulis dalam waktu singkat. "Chairil Anwar, yang wafat pada usia 27 tahun, telah menghasilkan puluhan puisi yang terus menjadi inspirasi lintas generasi," ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Ia turut mengungkapkan rencana pemerintah untuk memasang patung Chairil Anwar di Rusia. Menurut Fadli, langkah ini sebagai bentuk timbal balik setelah Rusia menyumbangkan patung Leo Tolstoy ke Universitas Indonesia. "Nantinya patung tersebut akan ditempatkan di salah satu universitas yang memiliki kajian Bahasa Indonesia, seperti di St. Petersburg atau Moskow," pungkas Fadli.
Tanggapan Keluarga dan Pembacaan Puisi
Sementara itu, Evawani Alissa menyampaikan rasa terima kasih dan harunya karena karya sang ayah masih terus dikenang masyarakat meski telah 76 tahun wafat. Usai prosesi tabur bunga, sejumlah penyair seperti Imam Ma'arif dan Jose Rizal Manua membacakan puisi karya Chairil Anwar. Fadli juga turut membacakan puisi berjudul 'Yang Terampas dan Yang Putus'.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan akademisi Universitas Indonesia, Maman Mahayana. Dalam paparannya, Maman menilai inisiatif para pegiat budaya yang tergabung dalam Komunitas Sastra Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) penting sebagai investasi jangka panjang, khususnya dalam menanamkan nilai yang membentuk pola pikir dan sikap.
Warisan Chairil Anwar
Diketahui, peran Chairil Anwar dalam perkembangan sastra nasional turut membentuk identitas budaya Indonesia pascakemerdekaan melalui Angkatan '45. Besarnya pengaruh tersebut membuat tanggal wafatnya, 28 April, ditetapkan sebagai Hari Puisi Nasional. Hingga kini, semangat dan keberanian Chairil dalam berkarya terus menginspirasi generasi untuk merawat bahasa, menghidupkan imajinasi, serta menyuarakan zamannya.
Acara ini turut dihadiri Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis, serta para sastrawan seperti Nanang R Supriyatin, Kurnia Effendi, hingga Dyah Kencono Puspito Dewi.



