Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa sumber daya manusia yang besar dan keberagaman budaya merupakan modal utama untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Jawa Barat. Menurutnya, potensi ini membuat sentra industri di Jabar mampu bersaing di tingkat nasional.
Dorongan Inovasi bagi Pengrajin
Erwan mendorong para pengrajin di seluruh Jabar untuk terus berinovasi mengikuti tren perkembangan zaman. Hal ini dinilai berdampak langsung pada peningkatan pendapatan ekonomi mereka.
"Saya meminta untuk terus meningkatkan inovasi, karena Jabar memiliki kekayaan budaya dan tradisi. Jika dikaitkan dengan pemanfaatan teknologi digital akan meningkatkan pendapatan ekonomi dari sektor kriya ini," ujar Erwan dalam keterangan tertulis, Rabu (01/07/2026).
Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026
Pernyataan tersebut disampaikan Erwan saat membuka Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026 di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, pada Jumat (26/6). Ia menambahkan bahwa PKJB 2026 menjadi bukti nyata dukungan Pemprov Jabar terhadap sektor kriya dalam mewujudkan visi Jabar Istimewa.
"PKJB merupakan wujud nyata Pemprov Jabar dan Dekranasda dalam mendorong kriya dan pelestarian budaya sebagai destinasi budaya," ungkap Erwan.
Dukungan Bank Indonesia
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jabar, Junanto Herdiawan, menyatakan komitmen BI dalam mendukung pengembangan UMKM, termasuk sektor mode. Dukungan tersebut meliputi peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, serta perluasan akses pasar baik domestik maupun internasional.
Menurut Junanto, industri mode telah menjadi subsektor ekonomi kreatif yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Jabar. Industri ini melibatkan banyak pelaku usaha, seperti pengrajin, penjahit, desainer, pelaku konveksi, fotografer, model, hingga pemasar digital. Ia yakin sentra industri di Jabar mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.



