Buaya Muara 4 Meter Kejar Petani di Cikupa Tangerang, Warga Amankan
Buaya Muara 4 Meter Kejar Petani di Cikupa, Tangerang

Seekor buaya muara betina berukuran besar menggegerkan warga Kampung Sukamanah, Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Satwa liar tersebut dilaporkan sempat mengejar seorang petani yang hendak membuka lahan perkebunan di sekitar bantaran Sungai Cimanceuri.

Kronologi Kejadian: Petani Dikejar Buaya Saat Buka Lahan

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/8/2026) pagi. Petani tersebut sedang membuka lahan perkebunan ketika tiba-tiba dikejar oleh buaya yang sedang mengerami telurnya. Menurut keterangan warga sekitar, Ahmad Tile Suhaemi, kejadian berlangsung cepat dan membuat petani panik.

"Petani yang mau buka lahan perkebunan. Setelah itu dia dikejar-kejar buaya yang lagi mengerami telurnya," kata Tile saat dikonfirmasi CNN Indonesia pada Selasa (4/8).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Setelah berhasil melarikan diri, petani tersebut segera memberitahu warga sekitar. Informasi itu langsung menyebar, dan sejumlah warga bergegas mendatangi lokasi untuk mencari keberadaan buaya. Mereka menemukan satwa itu masih berada di sekitar bantaran Sungai Cimanceuri.

Warga Berhasil Mengamankan Buaya dengan Cara Aman

Tanpa menunggu waktu lama, warga berupaya menangkap buaya tersebut. Dengan hati-hati, mereka berhasil mengamankan satwa liar itu. Untuk mencegah serangan, mulut buaya diikat menggunakan tali yang kuat. Sementara matanya ditutup dengan kain agar satwa tersebut lebih tenang dan tidak agresif.

Tile memperkirakan buaya tersebut memiliki bobot sekitar 80 kilogram dengan panjang mencapai empat meter. Ukuran itu tergolong besar untuk buaya muara, yang biasanya dapat tumbuh hingga lebih dari empat meter. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan satwa tersebut berasal dari penangkaran yang lepas.

"Perkiraan bobot sekitar 80 kilogram. Setelah dilihat-lihat kayaknya dari penangkaran yang lepas," ujarnya.

Penanganan Lanjutan: Diserahkan ke BKSDA

Setelah berhasil diamankan, warga melaporkan penemuan buaya itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang. Satwa tersebut rencananya akan diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut. BKSDA akan menentukan langkah selanjutnya, apakah akan melepasliarkan buaya tersebut ke habitat yang sesuai atau menempatkannya di tempat penangkaran resmi.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga sekitar untuk selalu waspada terhadap kemunculan satwa liar, terutama di area dekat sungai. Buaya muara dikenal sebagai salah satu spesies buaya terbesar di dunia dan dapat menjadi agresif jika merasa terganggu, terutama saat sedang menjaga telurnya.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu konflik dengan satwa liar, seperti membuka lahan di dekat habitat buaya tanpa pengawasan. Jika menemukan satwa liar, segera laporkan kepada petugas berwenang agar dapat ditangani dengan aman dan profesional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga