Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8) diduga telah karam. Pernyataan ini disampaikan setelah pencarian udara yang dilakukan dua kali tidak menemukan keberadaan bangkai kapal di permukaan laut.
Kronologi Hilangnya Kapal dari Pantauan
Syafii menjelaskan bahwa pada hari pertama dan kedua pascakebakaran, kapal tersebut masih terpantau berada di lokasi kejadian meski dalam kondisi miring. "Dengan kondisi kemiringan kapal yang tadi pada saat terakhir penumpang itu sampai terjatuh karena ada kemiringan, hari pertama, hari kedua, kapal tersebut masih fix, masih ada," kata Syafii dalam konferensi pers di posko terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8).
Kontak terakhir dengan kapal dilakukan oleh KN SAR 249 Permadi, kapal penyelamat milik Basarnas Surabaya yang sedang menerima perpindahan korban dari kapal komersil yang membantu evakuasi. Setelah mengantarkan korban ke Bangkalan, kapal SAR tersebut kembali ke lokasi terbakarnya kapal, namun bangkai KMP Mutiara Sentosa II sudah tidak terlihat lagi.
Pencarian Udara yang Gagal Menemukan Bangkai
Basarnas kemudian melakukan penyisiran udara sebanyak dua kali untuk memastikan keberadaan bangkai kapal. Penerbangan pertama menggunakan pesawat TNI AL jenis Casa C-212 selama 2,5 jam dengan pola pencarian persegi berdasarkan koordinat yang telah ditentukan, namun tidak membuahkan hasil. "Kita yakinkan dua kali penerbangan, yang pertama pesawat TNI AL dengan Casa C-212 selama 2,5 jam melaksanakan operasi air searching dengan koordinat yang kita berikan," ujarnya.
Pencarian udara juga dilakukan tim Polri menggunakan helikopter AW169 selama dua hari berturut-turut, namun juga tidak menemukan keberadaan kapal di permukaan laut. "Begitu juga teman-teman Polri dengan AW-169 selama dua hari berturut-turut melaksanakan air searching, artinya kemarin sore, dan juga hari ini juga, tidak menemukan kapal itu di permukaan," kata Syafii.
Langkah Selanjutnya untuk Investigasi dan Pencarian Korban
Syafii menyatakan bahwa kelanjutan pencarian bangkai kapal dapat dilakukan untuk kebutuhan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atau keberadaan korban yang masih hilang. "Karena itu, sebenarnya soal bagaimana kelanjutan kapal itu tentunya kita akan lihat perkembangan ke depan. Andai saja memang misalkan dari KNKT memang membutuhkan keberadaan kapal itu, tentunya operasi yang kita laksanakan adalah mendukung KNKT untuk menemukan katakanlah kapal itu. Tapi kalau memang ada korban yang hilang, tentunya operasi akan kita lanjutkan dalam rangka pencarian korban," jelasnya.
Korban dan Penutupan Operasi SAR
KMP Mutiara Sentosa II dengan tujuan pelayaran Surabaya-Makassar dilaporkan terbakar hebat di perairan utara Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8). Berdasarkan data terakhir Basarnas, Selasa (4/8), sebanyak 238 orang yang ada di kapal tersebut sudah dievakuasi, namun lima orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Operasi pencarian dan penyelamatan korban secara khusus resmi ditutup pada Selasa ini. "Karena itu, secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR secara khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II secara resmi saya alihkan kepada operasi rutin, yaitu operasi kesiap-siagaan yang dikendalikan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya," pungkas Syafii.



