Menbud Fadli Zon Tegaskan Komitmen Jaga Kelestarian Desa Adat Hiliamaetaniha
Menbud Fadli Zon Komitmen Jaga Desa Adat Hiliamaetaniha

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon melakukan kunjungan langsung ke Desa Adat Hiliamaetaniha di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Rabu (29/7/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Kemenbud untuk melihat secara langsung kondisi warisan budaya di daerah sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah pelestarian yang dapat dilakukan.

Letak geografis desa yang berada di dataran tinggi menjadi tantangan tersendiri, terutama potensi longsor serta dampak cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi keberlangsungan bangunan-bangunan tradisional tersebut. Meskipun demikian, masyarakat setempat masih mempertahankan rumah-rumah tradisional serta berbagai tradisi budaya yang hidup di tengah mereka.

Kolaborasi untuk Kelestarian Budaya

Fadli menyampaikan bahwa keberadaan Desa Adat Hiliamaetaniha menunjukkan kuatnya peran masyarakat dalam menjaga identitas budaya. Menurutnya, ketahanan budaya yang tumbuh dari masyarakat menjadi modal penting yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Desa ini memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Meskipun berada di kawasan perbukitan dengan berbagai tantangan, adat, budaya, dan tradisi di sini tetap hidup karena dijaga oleh masyarakat," ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026). "Ini menjadi bagian dari kekuatan budaya yang harus terus kita rawat bersama," sambungnya.

Lebih lanjut, Fadli mengatakan Kemenbud melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumut akan menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut dengan mengidentifikasi berbagai bentuk dukungan yang dapat diberikan, terutama dalam menjaga keberlangsungan rumah-rumah adat sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

"Melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara, kami akan melihat apa saja yang dapat kita lakukan bersama berbagai pihak. Yang terpenting, rumah-rumah adat ini tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin ekstrem," kata Fadli.

Tradisi Hidup di Tengah Masyarakat

Selain rumah adat, Fadli juga mengapresiasi keberhasilan masyarakat dalam menjaga berbagai tradisi yang masih hidup hingga saat ini, mulai dari tradisi lompat batu, tarian adat, hingga tradisi lisan yang terus diwariskan antargenerasi. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga bangunan bersejarah, tetapi juga memastikan nilai, pengetahuan, dan praktik budaya tetap berkelanjutan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pelestarian Bukan Hanya Bangunan

Menurut Fadli, pelestarian budaya harus menyentuh aspek immaterial. "Kita tidak hanya menjaga fisik rumah adat, tetapi juga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tradisi lompat batu, tarian, dan cerita lisan adalah kekayaan yang harus terus hidup," tegasnya.

Kemenbud terus mendorong pelestarian desa adat sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri bangsa melalui kebudayaan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu memastikan warisan budaya Indonesia tetap lestari, adaptif terhadap berbagai tantangan, serta memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Staf Khusus Menteri bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda; Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Sjamsul Hadi; serta Kepala BPK Sumut Sukronedi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga