Mensos Gus Ipul Bagikan Kisah Inspiratif Toleransi Siswa Sekolah Rakyat di Ramadan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, membagikan kisah inspiratif tentang toleransi antarsiswa di Sekolah Rakyat selama bulan Ramadan. Dalam acara Inspirasi Bulan Suci yang diselenggarakan oleh detikcom, ia menekankan bahwa semangat toleransi tetap terjaga dengan baik di lingkungan sekolah bagi siswa dari berbagai agama.
Kisah Toleransi di Kupang dan Jakarta
Gus Ipul menceritakan pengalaman seorang siswa muslim di Kupang yang awalnya merasa ragu karena menjadi satu-satunya yang berjilbab di sekolah. "Ternyata, dia diterima dengan baik oleh teman-temannya. Bahkan, saat ingin pergi ke musala, mereka sering mengantarnya. Ini menunjukkan betapa kuatnya nilai-nilai toleransi di sana," ujarnya.
Di Jakarta, khususnya di daerah Pondok Indah, ia juga menemukan contoh serupa. Seorang siswa nonmuslim mengaku nyaman dan diterima meski berada di lingkungan mayoritas muslim. "Saya meminta mereka berbagi kesaksian, dan mereka menyatakan bahwa semangat toleransi benar-benar hidup di sekolah tersebut," tambah Gus Ipul.
Program Pendidikan Agama dan Ekstrakurikuler di Ramadan
Selama bulan Ramadan, Sekolah Rakyat menyelenggarakan program pendalaman ilmu agama bagi siswa muslim, seperti salat Tarawih dan mengaji. Sementara itu, siswa nonmuslim menyesuaikan proses pembelajaran mereka dengan tetap menjaga sikap toleran.
"Sekolah ini menerapkan pendidikan 24 jam, jadi ada jadwal khusus untuk pendalaman agama. Siswa muslim mendapat jam ekstrakurikuler tambahan, sedangkan yang nonmuslim beradaptasi tanpa mengganggu kegiatan keagamaan lainnya," jelas Gus Ipul.
Semangat Toleransi yang Terus Dikembangkan
Gus Ipul mengungkapkan kegembiraannya setelah mengunjungi sebagian Sekolah Rakyat di berbagai daerah. "Saya hampir keliling ke semua Sekolah Rakyat, dan semangat toleransi di sana sangat terasa. Bulan puasa ini, kegiatan tambahan memang ada, tetapi nilai-nilai toleransi tetap diprioritaskan," katanya.
Ia menambahkan bahwa penting bagi siswa nonmuslim untuk membersamai teman-teman yang berpuasa, sementara siswa muslim harus memahami dan menghormati mereka yang tidak berpuasa. "Semangat ini terus dikembangkan agar menjadi contoh bagi pembangunan bangsa," tegasnya.
Acara Inspirasi Bulan Suci hadir untuk menyambut Ramadan, dengan menghadirkan tokoh-tokoh negeri yang berbagi ilmu, gagasan solutif, dan nilai-nilai kebajikan yang relevan bagi kemajuan Indonesia.
