Komdigi Fokus Pulihkan Jaringan Internet di Aceh Pascabencana Longsor
Pemulihan akses telekomunikasi di Provinsi Aceh masih menjadi pekerjaan rumah yang serius bagi pemerintah. Sejak terjadinya bencana tanah longsor dan banjir bandang pada akhir November 2025, layanan komunikasi di wilayah terdampak, khususnya di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, belum sepenuhnya normal.
Komitmen Pemerintah untuk Konektivitas
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan komitmen kuat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam mempercepat pemulihan infrastruktur telekomunikasi. Pernyataan ini disampaikan Nezar saat berdialog langsung dengan warga dan relawan melalui forum daring Musara Pakat Linge.
"Walaupun di tengah keterbatasan, semangat kita tidak pernah luntur untuk saudara-saudara kita di daerah bencana, khususnya di kawasan Linge dan Reje Payung," ujar Nezar dalam siaran pers yang diterbitkan pada Senin, 9 Februari 2026.
Nezar menekankan bahwa kehadiran Komdigi di lokasi bencana bertujuan memastikan masyarakat tetap terhubung. Konektivitas yang lancar dinilai sangat krusial tidak hanya untuk koordinasi penyaluran bantuan kemanusiaan, tetapi juga untuk memfasilitasi komunikasi warga dengan keluarga mereka di tengah situasi darurat.
Prioritas Utama dan Tantangan di Lapangan
Meskipun penanganan bencana telah berjalan lebih dari dua bulan, pemulihan jaringan telekomunikasi tetap menjadi prioritas utama. Nezar mengakui berbagai kesulitan teknis yang dihadapi di lapangan, namun memastikan timnya terus berupaya mengatasi hambatan tersebut.
"Dari sudut Kementerian Komdigi, kami mencoba mengatasi berbagai kesulitan telekomunikasi yang terjadi di daerah bencana seperti yang kita lakukan pada hari ini," jelasnya.
Dalam forum tersebut, juga terungkap sejumlah catatan penting mengenai kebutuhan mendesak warga, termasuk kerusakan lahan pertanian yang merupakan mata pencaharian utama masyarakat setempat. Nezar berjanji masukan ini akan diintegrasikan ke dalam kerangka kerja pemulihan bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
Wamenkomdigi turut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam proses pemulihan ini. Ia secara khusus mengapresiasi peran aktif kelompok masyarakat sipil, seperti Relawan Aceh Tangguh yang terdiri dari Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) serta tenaga medis yang telah bekerja keras di garis depan.
"Yang paling penting kebutuhan-kebutuhan yang mendesak dan pokok dari masyarakat ini bisa segera kita penuhi. Untuk itu dibutuhkan komunikasi yang intens dan eksekusinya sama-sama kita jaga," pungkas Nezar menutup dialog.
Upaya pemulihan ini tidak hanya bertujuan mengembalikan akses telepon dan internet, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi efektivitas penanganan dampak bencana secara keseluruhan di wilayah Aceh Tengah.