Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps, XLSmart Soroti Ketersediaan Spektrum sebagai Kunci
Komdigi Target Internet 100 Mbps, XLSmart: Spektrum Kunci

Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps, XLSmart Soroti Ketersediaan Spektrum sebagai Kunci

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana mendorong peningkatan kecepatan internet seluler nasional secara bertahap. Target awal adalah koneksi hingga 60 Mbps pada tahun 2026, yang kemudian ditingkatkan menjadi 100 Mbps pada 2029. Operator seluler XLSmart menilai bahwa ketersediaan spektrum frekuensi menjadi faktor paling krusial untuk mewujudkan internet berkecepatan tinggi tersebut.

Indonesia Tertinggal dalam Peluncuran 5G

Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramania, menyebut Indonesia saat ini tertinggal dalam peluncuran 5G dibandingkan negara-negara tetangga. Keterbatasan spektrum yang ideal dinilai sebagai penyebab utama. Shurish menjelaskan bahwa negara seperti Thailand, Filipina, Malaysia, dan Vietnam telah meluncurkan 5G dengan spektrum yang cukup, khususnya di pita 3,5 GHz. Namun, di Indonesia, pita 3,5 GHz menghadapi tantangan karena digunakan untuk satelit.

"Indonesia paling lambat launch 5G. Kalau lihat dari negara tetangga, mereka sudah meluncurkan dengan spektrum yang cukup, yaitu 3,5 GHz. Di Indonesia, 3,5 GHz is a challenge karena digunakan satelit," ujar Shurish di XLSmart Tower, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Konsolidasi Operator sebagai Langkah Strategis

Menurut Shurish, menunggu ketersediaan spektrum ideal bukanlah pilihan jika Indonesia ingin segera meningkatkan kualitas dan kecepatan internet seluler. Salah satu langkah strategis yang dinilai mampu mendorong peningkatan kecepatan adalah konsolidasi operator. Penggabungan spektrum dari dua entitas, XL Axiata dan Smartfren, memberikan ruang yang lebih luas untuk menghadirkan layanan dengan kapasitas lebih besar.

"Konsolidasi operator akan memberikan peluang untuk melebarkan spektrum. Dulu XL sendiri 90 MHz, Smartfren sendiri 60 MHz, bergabung jadi 150 MHz. Ini yang akan meningkatkan speed. Jadi, tahap pertama konsolidasi, speed go up. Launch 5G, speed go up," jelas Shurish.

Peran Spektrum Baru dan Dukungan Pemerintah

Selain konsolidasi, kehadiran spektrum baru juga diyakini akan menjadi pendorong utama peningkatan kecepatan jaringan. Pemerintah berencana melelang spektrum 2,6 GHz, yang diproyeksikan khusus untuk pengembangan 5G. XLSmart menilai kombinasi konsolidasi spektrum, pemanfaatan teknologi 5G yang lebih efisien, serta dukungan pemerintah dalam penyediaan spektrum baru akan menjadi fondasi penting untuk merealisasikan target peningkatan kecepatan internet nasional.

"New spectrum yang akan datang 2,6 GHz akan meningkatkan lagi speed-nya. Caranya begitu, harus ada spektrum, speed follow the spectrum. 5G more efficient. Kalau pemerintah auction 2,6 GHz, itu pasti untuk 5G. Ada 2,3 GHz gabung dengan 2,6 GHz lebih lebar itu speed akan naik," tuturnya.

Dengan target ambisius Komdigi, kolaborasi antara pemerintah dan operator seperti XLSmart diharapkan dapat mengatasi tantangan spektrum dan mempercepat transformasi digital di Indonesia, membawa manfaat bagi masyarakat dan ekonomi secara luas.