Laba Indosat Melonjak 53,5%, ARPU Tembus Rp 44 Ribu Didorong AI
Laba Indosat Naik 53,5%, ARPU Rp 44 Ribu Didukung AI

Indosat Catat Kinerja Keuangan Solid dengan Laba Melonjak 53,5%

Indosat Ooredoo Hutchison mengawali tahun 2026 dengan optimisme tinggi setelah menutup 2025 dengan kinerja keuangan yang solid dan momentum pertumbuhan yang kuat. Di tengah dinamika industri telekomunikasi yang semakin kompetitif, operator seluler ini berhasil membuktikan ketangguhan strategi bisnisnya melalui pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, hingga akselerasi transformasi berbasis kecerdasan artifisial.

Pertumbuhan Pendapatan dan Laba yang Mengesankan

Pada kuartal terakhir 2025, Indosat mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 9% secara quarter-on-quarter menjadi Rp15,36 triliun. Kinerja ini sejalan dengan lonjakan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk sebesar 53,5% secara quarter-on-quarter dan 12,2% secara year-on-year menjadi Rp5,5 triliun. Sementara itu, EBITDA meningkat 12% menjadi Rp26,6 triliun, tumbuh lebih cepat dibandingkan pendapatan, yang mencerminkan fundamental keuangan yang semakin sehat serta disiplin eksekusi strategi perusahaan.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bekal penting bagi Perseroan untuk melaju lebih agresif di tahun 2026. "Hal ini ditandai dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat, peningkatan profitabilitas, dan kinerja laba bersih yang solid. Pertumbuhan ARPU yang progresif didorong oleh personalisasi berbasis AI, penguatan jaringan, serta fokus kami yang konsisten dalam menghadirkan pengalaman pelanggan yang luar biasa," ujarnya dikutip Selasa (10/2/2026).

ARPU Tembus Rp 44 Ribu Berkat Inovasi AI

Salah satu sorotan dari kinerja Indosat adalah pertumbuhan Average Revenue Per User (ARPU) yang mencapai Rp44 ribu. Kenaikan ini didorong oleh penerapan personalisasi berbasis AI secara konsisten, peningkatan kualitas pengalaman jaringan, serta inovasi yang berfokus pada pelanggan, termasuk kehadiran fitur AI-powered 360 Scam and Spam Protection. Langkah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap layanan digital.

Tak hanya di sisi layanan seluler, Indosat juga memperkuat portofolio konektivitas rumah melalui solusi fixed wireless access (FWA) dengan brand HiFi Air. Langkah ini menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas digital untuk bekerja, belajar, berbisnis, dan berkomunikasi. Hingga akhir 2025, layanan 5G dan HiFi Air Indosat telah tersedia di 24 kota di seluruh Indonesia, dengan jumlah pelanggan Home Broadband (HBB) mencapai sekitar 400.000 pelanggan.

Strategi Transformasi Menuju Perusahaan Berbasis AI

Seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi integrasi AI dengan kapabilitas jaringan canggih untuk menghadirkan konektivitas yang lebih cerdas, adaptif, dan berorientasi pada manusia. Melalui investasi berkelanjutan pada infrastruktur digital, operasional berbasis data, serta inovasi, Indosat terus mempercepat transformasinya menjadi perusahaan berbasis AI.

Dengan fokus pada pengalaman, keamanan, dan kepercayaan digital, Indosat optimistis dapat mengoptimalkan peluang pertumbuhan jangka panjang sekaligus menghadirkan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indosat di pasar telekomunikasi Indonesia yang semakin dinamis dan kompetitif.