Beredar di media sosial sejumlah unggahan yang mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto bersama Kementerian Sosial telah menghapus seluruh program bantuan sosial (bansos). Unggahan tersebut menyatakan bahwa anggaran bansos dialihkan sepenuhnya ke program Makan Bergizi Gratis (MBG). Narasi ini mulai menyebar pada pertengahan Juli 2026 dan menyebutkan bahwa bansos yang dihapus meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), hingga BPJS Kesehatan.
Bantahan Resmi dari Pemerintah
Kepala Badan Komunikasi RI, Muhammad Qodari, secara tegas membantah informasi tersebut. Menurut Qodari, tidak ada keputusan resmi dari Presiden Prabowo maupun Kementerian Sosial untuk menghapus bansos. “Informasi itu tidak benar. Pemerintah tidak pernah mengeluarkan kebijakan penghapusan bansos. Mohon masyarakat tidak mudah percaya pada hoaks yang beredar,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Program MBG Tidak Menggantikan Bansos
Program Makan Bergizi Gratis memang merupakan salah satu inisiatif baru yang digagas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Namun, program tersebut tidak dirancang untuk menggantikan bansos yang sudah ada. Anggaran MBG berasal dari pos kementerian terkait dan tidak memotong dana bansos yang sudah dialokasikan. Qodari menegaskan bahwa BLT, PKH, dan BPJS tetap berjalan sesuai rencana.
Dampak Penyebaran Hoaks
Penyebaran hoaks ini berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan penerima manfaat bansos. Banyak warga miskin dan rentan yang bergantung pada bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi melalui kanal resmi dan tidak menyebarluaskan berita yang belum terverifikasi.
Qodari juga meminta media dan platform digital untuk lebih aktif memfilter konten hoaks. “Kami akan bekerja sama dengan Kominfo untuk menelusuri sumber penyebaran hoaks ini dan mengambil tindakan tegas,” tambahnya. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai perubahan kebijakan bansos yang resmi dikeluarkan pemerintah.



