Mendikdasmen: Jumlah Sekolah Unggul Masih Sangat Sedikit, SNT Diharapkan Jadi Solusi
Mendikdasmen: Sekolah Unggul Masih Sedikit, SNT Solusi

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengakui bahwa jumlah sekolah unggul di Indonesia masih sangat terbatas. Hal ini disampaikannya dalam acara Taklimat Media Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) beberapa waktu lalu. "Memang berdasarkan data yang ada, jumlah sekolah yang unggul itu masih sangat sedikit," ujar Mu'ti.

Keterbatasan Sekolah Unggul di Indonesia

Pernyataan Mu'ti tersebut mencerminkan kondisi pendidikan di tanah air yang masih menghadapi kesenjangan kualitas. Dari ribuan sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia, hanya sebagian kecil yang memenuhi kriteria sebagai sekolah unggul. Sekolah unggul biasanya ditandai dengan fasilitas memadai, tenaga pengajar berkualitas, serta prestasi akademik dan non-akademik yang tinggi. Keterbatasan ini berdampak pada pemerataan akses pendidikan berkualitas, terutama di daerah terpencil.

Menurut data Kementerian, jumlah sekolah unggul saat ini belum mampu menjangkau setiap kabupaten/kota. Banyak daerah yang sama sekali tidak memiliki sekolah dengan standar unggul, sehingga siswa harus merantau atau mengenyam pendidikan di sekolah dengan keterbatasan. Hal ini menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai Solusi

Menjawab tantangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menggagas program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Konsep SNT dirancang untuk menjadi sekolah unggul di setiap kabupaten. Mu'ti menegaskan bahwa kehadiran SNT diharapkan dapat mengisi kekosongan sekolah unggul yang ada saat ini. "Oleh karena itu, kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT gagasan Presiden Prabowo Subianto diharapkan bisa menjadi sekolah unggul di setiap kabupaten," kata Mu'ti dalam kesempatan yang sama.

SNT tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan abad ke-21. Sekolah ini akan mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pendekatan modern, serta dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung pembelajaran. Program ini diharapkan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di daerah.

Implementasi SNT akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari daerah-daerah yang paling membutuhkan. Pemerintah juga akan melibatkan pemerintah daerah dan swasta dalam pengelolaan sekolah. Dengan adanya SNT, setiap kabupaten di Indonesia diharapkan memiliki setidaknya satu sekolah unggul yang mampu bersaing secara global.

Mu'ti optimistis bahwa SNT dapat menjadi tonggak baru dalam dunia pendidikan Indonesia. "Kami akan memastikan bahwa setiap anak Indonesia, di mana pun ia berada, mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas. SNT adalah salah satu langkah konkret untuk mewujudkannya," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga