Prajurit Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi dua jenazah warga sipil yang menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka. Kedua korban ditemukan di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Proses Evakuasi Penuh Kehati-hatian
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa operasi evakuasi melibatkan personel yang terbagi dalam unsur evakuasi dan pengamanan. Proses dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat medan pegunungan yang berat, cuaca, debit sungai, serta situasi keamanan yang masih berpotensi membahayakan.
"Lokasi jenazah diketahui telah berpindah ke bawah Jembatan Kali Ahom, tidak jauh dari ruas Jalan Trans Papua yang menjadi lokasi terjadinya aksi penembakan," kata Letkol Wirya dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Kontak Tembak dengan OPM
Saat tim evakuasi bergerak menuju lokasi, keberadaan anggota OPM terdeteksi di sekitar area kejadian. Terjadi kontak tembak antara TNI dan kelompok tersebut. "Meski demikian, personel Koops TNI Habema tetap mengutamakan keselamatan seluruh anggota tim dan memastikan proses evakuasi dapat dilanjutkan," ucap Letkol Wirya.
Setelah situasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman, personel berhasil mengevakuasi dua jenazah korban. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Dekai untuk menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Satu Korban Masih Dicari
"Sementara satu orang perempuan dari Suku Unaukam hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan," ucap Letkol Wirya. Berdasarkan laporan lapangan, satu orang yang diduga anggota OPM dilaporkan tewas. Seluruh personel TNI berhasil menyelesaikan operasi tanpa korban.
Letkol Wirya menegaskan bahwa proses evakuasi merupakan bentuk kepedulian negara terhadap setiap warga yang menjadi korban kekerasan.
Belasungkawa Pangkoops TNI Habema
Pangkoops TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, beserta jajaran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. "Kehilangan orang-orang tercinta akibat tindak kekerasan merupakan luka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Papua yang mendambakan kehidupan yang aman dan damai," kata Mayjen TNI Yudha Airlangga.
Koops TNI Habema menekankan bahwa perlindungan terhadap masyarakat Papua akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, Koops TNI Habema berkomitmen menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi bagi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.



