Jakarta, Kompas.com - Dulu, mayoritas masyarakat Indonesia menikmati kopi saset di rumah. Namun, budaya minum kopi di Tanah Air berubah dalam beberapa tahun terakhir, ketika lebih banyak yang beralih menikmati kopi racikan di kafe.
Pemicu Perubahan Kebiasaan Minum Kopi
Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa mengatakan, perubahan itu mulai terlihat sejak pandemi Covid-19 tahun 2020 silam. Menurutnya, pandemi tidak serta-merta menambah jumlah peminum kopi, melainkan mengubah kebiasaan konsumsi.
"Sebenarnya yang terjadi saat Covid-19 adalah bukan menambah jumlah peminum, tapi perubahan kebiasaan yang biasanya orang minum kopi saset beralih minum kopi kafe," kata Daryanto dalam talk show di Starbucks Barista Championship 2026 di Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).
Tren Minum Kopi di Indonesia
Kilas balik ke awal tahun 2000-an, kata Daryanto, terdapat kesenjangan yang cukup lebar antara penikmat kopi saset dan kopi premium di kafe. Kini, kesenjangan itu mulai menyempit seiring dengan meningkatnya jumlah kafe dan kedai kopi modern di berbagai kota.
Fenomena ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin menghargai kualitas dan pengalaman minum kopi. Daryanto menambahkan bahwa pertumbuhan industri kopi spesial di Indonesia juga didorong oleh generasi muda yang lebih terbuka terhadap inovasi rasa dan metode penyeduhan.
Dampak pada Industri Kopi Lokal
Perubahan ini berdampak positif pada petani kopi lokal, karena permintaan terhadap biji kopi berkualitas tinggi meningkat. SCAI mencatat bahwa konsumsi kopi spesial di dalam negeri terus bertumbuh, meskipun masih didominasi oleh kopi saset dalam volume total.
Daryanto berharap tren ini terus berlanjut dan mendorong lebih banyak masyarakat untuk mengenal kopi Nusantara. Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi tentang kopi agar konsumen dapat membedakan kualitas dan mendukung keberlanjutan industri kopi Indonesia.



