Sedikitnya lima tentara Thailand tewas dalam serangan yang menargetkan sebuah pos keamanan di wilayah selatan Thailand yang dilanda pemberontakan separatis. Serangan yang menggunakan bom pipa itu juga melukai sejumlah warga sipil. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu insiden paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di Thailand.
Serangan di Provinsi Narathiwat
Menurut laporan pejabat setempat yang dikutip AFP pada Kamis (23/7/2026), serangan terjadi di area Provinsi Narathiwat pada Rabu (22/7) malam. Provinsi Narathiwat merupakan salah satu dari tiga provinsi berpenduduk mayoritas Muslim yang dilanda pemberontakan separatis selama beberapa dekade. Pejabat provinsi setempat menyatakan bahwa sedikitnya enam warga sipil mengalami luka-luka dalam serangan yang sama.
Kronologi dan Dampak
Militer Thailand, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa sejumlah anggota Resimen Ranger Satuan Tugas 45 tewas ketika para penyerang melepaskan tembakan dan melemparkan bom pipa ke arah pos pemeriksaan Bukeh Sami saat mereka sedang bertugas melindungi warga setempat. Bagian humas pada otoritas Provinsi Narathiwat secara terpisah melaporkan bahwa enam warga sipil luka-luka.
Belum Ada Klaim Tanggung Jawab
Otoritas Provinsi Narathiwat menyebutkan bahwa sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan belum ada penangkapan yang dilakukan. Konflik level rendah telah berkecamuk di provinsi-provinsi paling selatan Thailand sejak tahun 2004, dengan kelompok pemberontak separatis memperjuangkan otonomi yang lebih besar. Lebih dari 7.000 orang tewas akibat konflik yang terus berlanjut hingga kini. Sebagian besar serangan di wilayah-wilayah rawan pemberontakan itu menargetkan personel keamanan Thailand.
Penghormatan Militer Thailand
Militer Thailand memberikan penghormatan kepada para tentara yang tewas dalam serangan pada Rabu (22/7) waktu setempat. “Pengabdian dan pengorbanan mereka akan dikenang dan dihormati dengan rasa hormat tertinggi,” demikian pernyataan militer Thailand.



