Peluru Nyasar Kena Leher Bocah di Daegu, Militer Korsel Tangguhkan Latihan Menembak
Peluru Nyasar Kena Leher Bocah, Militer Korsel Tangguhkan Latihan

Peluru Nyasar Kena Leher Bocah di Daegu, Militer Korsel Tangguhkan Latihan Menembak

Militer Korea Selatan telah mengambil langkah tegas dengan menangguhkan sejumlah pelatihan menembak di seluruh negeri menyusul insiden peluru nyasar yang mengenai leher seorang anak di kota Daegu. Kejadian ini memicu penyelidikan mendalam oleh otoritas militer untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang mengejutkan publik tersebut.

Insiden di Taman Bermain Daegu

Insiden tersebut terjadi pada Senin (16/3/2026) di sebuah taman bermain di kota Daegu, yang terletak di bagian selatan Korea Selatan. Menurut keterangan pejabat setempat, anak yang identitasnya dirahasiakan untuk alasan privasi terluka oleh peluru nyasar yang diduga berasal dari lapangan tembak militer di dekat lokasi kejadian.

Anak tersebut segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, kondisinya tidak mengancam jiwa dan ia telah dipulangkan setelah menerima penanganan yang diperlukan. Selama proses perawatan di rumah sakit, tim medis menemukan ujung peluru di dalam luka anak tersebut, yang semakin menguatkan dugaan bahwa peluru tersebut berasal dari aktivitas latihan militer.

Tanggapan Militer dan Penangguhan Latihan

Bae Seok-jin, kepala kantor hubungan masyarakat militer Korea Selatan, mengonfirmasi dalam konferensi pers pada Selasa (17/3) bahwa militer telah menghentikan semua latihan menembak senjata api individu sebagai respons langsung terhadap insiden ini. "Militer telah meluncurkan penyelidikan komprehensif untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan ini," ujar Bae, seraya menambahkan bahwa latihan menembak memang sedang berlangsung pada saat kejadian.

Penangguhan latihan ini mencakup berbagai jenis pelatihan di seluruh wilayah Korea Selatan, menandakan keseriusan militer dalam menangani kasus ini. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan dan memastikan keamanan masyarakat sipil.

Riwayat Insiden Serupa di Korea Selatan

Ini bukan pertama kalinya insiden peluru nyasar terjadi di Korea Selatan. Pada tahun 2020, seorang caddy golf pingsan di lapangan golf di Jeolla Selatan setelah terkena peluru nyasar yang ditembakkan dari lapangan tembak militer terdekat. Korban tersebut harus menjalani operasi darurat, namun berhasil diselamatkan.

Selain itu, tahun lalu, dua jet tempur Korea Selatan secara tidak sengaja menjatuhkan delapan bom di sebuah desa dekat perbatasan dengan Korea Utara selama latihan gabungan dengan pasukan Amerika Serikat. Insiden tersebut menyebabkan hampir 30 orang terluka, menunjukkan bahwa kecelakaan militer dapat memiliki dampak yang luas terhadap masyarakat sipil.

Insiden terbaru di Daegu ini kembali menyoroti pentingnya protokol keamanan yang ketat dalam pelatihan militer, terutama di daerah yang berdekatan dengan pemukiman warga. Penyelidikan yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan standar keselamatan dan mencegah tragedi serupa di kemudian hari.