Rupiah Tembus Rp 17.598 per Dollar AS, Melemah 0,4 Persen
Rupiah Tembus Rp 17.598 per Dollar AS, Melemah 0,4%

Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat kembali mengalami pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg, pada Jumat (15/5/2026) kurs rupiah berada di level Rp 17.598 per dollar AS, melemah sekitar 0,4 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Sejarah Pelemahan Rupiah

Kondisi ini mengingatkan pada masa lalu, tepatnya 38 tahun silam, ketika nilai tukar rupiah sempat menyentuh titik terendahnya di Rp 17.000 per dollar AS. Saat itu, tekanan terhadap rupiah sangat kuat akibat berbagai faktor ekonomi global dan domestik.

Perbaikan di Era Presiden ke-3

Namun, di bawah kepemimpinan Presiden ke-3 Republik Indonesia, rupiah perlahan mulai menunjukkan penguatan. Kebijakan ekonomi yang diterapkan berhasil mendorong rupiah menguat hingga ke level Rp 6.500 per dollar AS. Perbaikan ini menjadi bukti bahwa dengan kebijakan yang tepat, nilai tukar rupiah bisa kembali stabil.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Harapan ke Depan

Banyak pihak berharap agar kondisi serupa dapat terulang kembali. Dengan pelemahan yang terjadi saat ini, diperlukan langkah-langkah strategis dari pemerintah dan bank sentral untuk menstabilkan rupiah. Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa krisis nilai tukar dapat diatasi dengan kebijakan yang konsisten dan dukungan fundamental ekonomi yang kuat.

Pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti penguatan dollar AS dan ketidakpastian ekonomi global. Namun, optimisme tetap ada bahwa rupiah dapat kembali menguat seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga