Kasus tewasnya seorang ayah akibat dikeroyok massa karena diduga mencuri ayam di Bali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Peristiwa ini memicu simpati publik, terutama setelah video sang putri menangis histeris kehilangan ayahnya beredar luas. Beberapa figur publik pun angkat bicara, termasuk selebritas Aldi Taher yang secara emosional meminta masyarakat tidak main hakim sendiri.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu terjadi di suatu wilayah di Bali. Seorang ayah yang tak disebutkan namanya diduga mencuri seekor ayam milik warga. Aksi pencurian tersebut diketahui oleh massa setempat yang kemudian mengejar dan mengeroyok pelaku hingga tewas. Polisi masih menyelidiki kasus ini, namun belum ada keterangan resmi mengenai identitas korban maupun tersangka pengeroyokan.
Tangis Anak Viral di Medsos
Yang membuat publik tersentuh adalah video yang memperlihatkan anak perempuan korban menangis tersedu-sedu di samping jenazah ayahnya. Video itu diunggah oleh akun media sosial dan langsung viral. Banyak warganet yang menyatakan simpati dan mengecam tindakan main hakim sendiri yang dilakukan massa. Tagar seperti #KeadilanUntukAyah dan #StopMainHakimSendiri pun ramai di Twitter.
Respons Aldi Taher
Salah satu figur publik yang merespon adalah Aldi Taher. Dalam sebuah video yang dibagikannya, Aldi terlihat menahan air mata saat menanggapi kasus ini. "Tolong dong, tolong dengan sangat, jangan main hakim sendiri," kata Aldi sambil menahan air matanya dikutip Kompas.com, Senin (26/7/2026). Ia meminta agar masyarakat tidak bertindak di luar hukum dan menyerahkan kasus pada aparat penegak hukum.
6 Fakta Pencuri Ayam di Bali Tewas Dikeroyok Massa
Sebelumnya, Kompas.com merangkum sejumlah fakta terkait kejadian ini, antara lain: korban adalah seorang ayah dari satu anak, diduga mencuri ayam karena kondisi ekonomi, massa mengeroyok hingga tewas, polisi masih melakukan penyelidikan, video tangis anak viral, dan Pemkab setempat memberikan tanggapan. Pemerintah Kabupaten di Bali pun mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis dan mempercayakan penanganan hukum kepada pihak berwenang.
Dampak dan Imbauan
Kasus ini kembali menyoroti praktik main hakim sendiri yang masih marak di Indonesia. Menurut data dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), setiap tahun masih banyak kasus pengeroyokan hingga tewas akibat tuduhan pencurian atau tindak pidana ringan. Para aktivis hak asasi manusia mendesak polisi untuk menindak tegas pelaku pengeroyokan dan memberikan edukasi hukum kepada masyarakat. Aldi Taher pun mengajak semua pihak untuk lebih bijaksana dan menghindari aksi brutal yang hanya akan menimbulkan korban jiwa.



