AS Gempur Iran Malam ke-12, Houthi Serang Tanker Saudi
AS Gempur Iran Malam ke-12, Houthi Serang Tanker Saudi

Pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara pada malam ke-12 berturut-turut terhadap Iran, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM). Operasi terbaru ini menargetkan fasilitas maritim Iran, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, lokasi pengawasan pesisir, serta aset pertahanan udara.

Target Serangan dan Tujuan Militer AS

Militer AS menyebut bahwa rangkaian serangan tersebut bermaksud mengurangi kemampuan Iran dalam menyerang kapal komersial dan pelaut sipil di perairan regional, terutama di sekitar Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump juga mengatakan AS akan menghancurkan satu jembatan atau satu pembangkit listrik untuk setiap serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz. Fokus operasi terbaru ini mencakup sasaran infrastruktur sipil dan ekonomi, di tengah perluasan kampanye militer kedua pihak di jalur energi dan pelayaran utama dunia.

CENTCOM melaporkan bahwa pasukan AS telah mengalihkan sembilan kapal komersial dan menonaktifkan satu kapal dalam beberapa pekan terakhir untuk membatasi lalu lintas dari dan ke pelabuhan Iran. Lebih dari 50.000 personel militer AS saat ini ditempatkan di Timur Tengah dan berada dalam status siaga tinggi seiring meningkatnya ketegangan dengan Teheran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Houthi Klaim Serang Tanker Minyak Saudi di Laut Merah

Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran mengatakan telah menargetkan dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, Encelia dan Layla, sebagai sasaran serangan rudal balistik dan rudal jelajah. Houthi menuduh keduanya melanggar blokade laut yang diumumkan awal pekan ini.

Sumber keamanan maritim mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Encelia mengirim sinyal darurat setelah melaporkan terkena rudal dan terbakar di dekat Pelabuhan Jizan. Perusahaan keamanan maritim Vanguard dan UK Maritime Trade Operations (UKMTO) juga melaporkan sebuah tanker telah terkena proyektil tak dikenal di area yang sama, menyebabkan kebakaran di atas kapal. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.

UKMTO menyebut kapten kapal tersebut melaporkan insiden terjadi sekitar 130 kilometer barat daya Al Shuqaiq, Arab Saudi. Houthi juga mengklaim telah menargetkan kapal kedua, Layla, meski laporan tersebut belum bisa diverifikasi secara independen.

Serangan terjadi beberapa hari setelah Houthi mengumumkan blokade terhadap pelabuhan Saudi di Laut Merah. Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah tanker mengubah haluan pada Rabu (22/07) setelah peringatan kelompok tersebut untuk menghindari pelabuhan Saudi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga