Mendikti: URI Tak Bawahi Seluruh Kampus di Indonesia
Mendikti: URI Tak Bawahi Seluruh Kampus di Indonesia

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa fungsi kementeriannya tidak berubah dengan hadirnya lembaga baru, Universitas Republik Indonesia (URI). Hal itu ia sampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7/2026).

URI Tidak Membawahi Semua Kampus

Brian Yuliarto menjelaskan bahwa URI tidak bertugas membawahi seluruh kampus di Indonesia. Tugas dan fungsi tersebut masih diemban oleh Kemendikti Saintek. "Enggak. Enggak fungsi kita tidak berubah ya," kata Brian. "Bukan berarti URI itu membawahi seluruh kampus-kampus ya, tidak begitu," ujarnya menegaskan.

URI sebagai Program Afirmasi

Brian menyebut bahwa URI pada dasarnya adalah program afirmasi untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengisi posisi-posisi strategis. Posisi tersebut mencakup tugas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) maupun program prioritas nasional. Ia juga menambahkan bahwa anggaran URI tidak akan mengganggu anggaran Kemendikti Saintek.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pembentukan URI oleh Presiden

Presiden Prabowo Subianto baru saja membentuk Universitas Republik Indonesia dan menunjuk Donny Ermawan sebagai Gubernur serta Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa URI disiapkan untuk mencetak calon pemimpin bangsa dengan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan dari sejumlah negara.

"Itu sudah kita persiapkan lama. Cuma, waktunya kan enggak pas lama. Nanti ada waktunya aku jelasin, detailnya. Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang memang khusus itu mempersiapkan calon-calon pemimpin," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Ia menambahkan bahwa para pejabat pemerintahan, pejabat BUMN, hingga kepala daerah umumnya pernah mengikuti pendidikan di lembaga serupa. "Semua pejabat pemerintahan, semua pejabat BUMN, bahkan pejabat gubernur, bupati itu harus masuk atau pernah mengikuti pendidikan itu, satu lembaga," jelasnya.

Harapan Pemerintah

Melalui model URI, pemerintah berharap calon pemimpin Indonesia memiliki kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan yang kuat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga