79 Napi Risiko Tinggi Lapas Makassar Dipindahkan ke Nusakambangan
79 Napi Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan

Sebanyak 79 narapidana kategori risiko tinggi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Makassar dipindahkan ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pemindahan ini merupakan bagian dari strategi penguatan sistem pengamanan pemasyarakatan.

Strategi Pengamanan Pemasyarakatan

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, Mulyadi, dalam keterangannya pada Senin (20/7) mengatakan bahwa pemindahan narapidana risiko tinggi ke Nusakambangan merupakan bagian dari strategi penguatan sistem pengamanan pemasyarakatan. Seluruh narapidana yang dipindahkan merupakan warga binaan kategori risiko tinggi dengan berbagai perkara pidana.

Mulyadi menambahkan bahwa penempatan narapidana berdasarkan tingkat risiko bertujuan agar pembinaan dapat berjalan lebih efektif tanpa mengabaikan aspek keamanan. "Langkah ini juga bertujuan menempatkan narapidana sesuai tingkat risikonya sehingga proses pembinaan dapat berlangsung lebih efektif, terukur, dan optimal," ungkapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sinergi Petugas dan Program Akselerasi

Mulyadi menekankan bahwa keberhasilan proses pemindahan ini tidak terlepas dari sinergi seluruh petugas yang terlibat dalam operasi tersebut. "Sinergi yang kuat menjadi kunci dalam mendukung terciptanya pemasyarakatan yang aman, tertib, serta sejalan dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Tindakan bagi Pelanggar Disiplin

Kepala Lapas Makassar, Gumilar Budirahayu, mengatakan bahwa narapidana yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin, mengganggu keamanan dan ketertiban lapas, maupun memiliki risiko tinggi akan ditindak sesuai ketentuan berlaku, termasuk melalui pemindahan ke Nusakambangan. "Termasuk melalui pemindahan ke Nusakambangan," ujar Gumilar.

Gumilar menambahkan bahwa penempatan narapidana di lapas dengan tingkat pengamanan sesuai menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan proses pembinaan. "Bagi narapidana kategori high risk, pembinaan akan lebih optimal apabila dilaksanakan di satuan kerja yang memiliki sistem pengamanan dan program pembinaan khusus seperti di Nusakambangan," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga