Dua Tahun Roboh, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Tak Kunjung Diperbaiki
Dua Tahun Roboh, SDN Kebayoran Lama 09 Tak Diperbaiki

Bangunan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, yang roboh sejak November 2024 hingga kini masih terbengkalai tanpa perbaikan. Pantauan detikcom pada Selasa (21/7/2026) pagi menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Besi penyangga atap melintir dan bertumpuk tak beraturan, genteng pecah berserakan bercampur puing plafon, kayu, buku, dan alat tulis yang tertutup debu tebal. Bangku dan meja belajar masih tersusun namun tertimbun reruntuhan atap. Di dinding yang masih berdiri, jadwal piket kelas masih menempel menjadi saksi bisu aktivitas sebelum gedung ditinggalkan.

Empat Ruang Kelas dan Satu UKS Roboh

Bangunan utama telah dikosongkan sejak November 2024. Empat ruang kelas dan satu unit kesehatan sekolah (UKS) ambruk. Tidak ada aktivitas belajar mengajar di lokasi. Ratusan siswa terpaksa menumpang belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Hanya lorong yang berjarak beberapa meter dari reruntuhan yang masih utuh, digunakan sebagai ruang kepala sekolah dan administrasi.

Kronologi Roboh Saat Libur Pilkada

Salah satu orang tua murid kelas 5, Evi (33), menceritakan peristiwa roboh terjadi saat libur Pilkada November 2024. Gedung roboh secara bertahap mulai pukul 06.30 WIB. "Nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba roboh. Robohnya itu juga nggak langsung, pelan. Nah, waktu sore hari hujan deras, baru langsung bruk gitu saja. Ada empat kelas dan satu UKS, jadi lima ruangan (yang ambruk)," ujar Evi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keluhan Orang Tua: Belajar Siang Ganggu Aktivitas

Evi mengeluhkan kondisi belajar anak-anak yang tidak nyaman. Siswa harus masuk siang sehingga waktu istirahat dan aktivitas lain terganggu. "Intinya nggak nyaman, anak-anak tuh pengennya sekolah di sekolahannya sendiri. Masuk siang itu bikin kurang istirahat. Terus harapan anak-anak itu besar banget, 'Ya Allah kapan ya sekolah pagi lagi biar aku bisa ngaji?'," tuturnya menirukan ucapan anaknya.

Jadwal siang membuat anak-anak kehilangan waktu mengaji sore. Evi menyayangkan lambatnya respons di pusat kota. "Kembali lagi secara SD kan pengennya masuk pagi, apalagi di Jaksel gitu kan. Buat orang tua murid juga kan mikir, ini kita di Jakarta lho, Jakarta Selatan lagi! Masa seperti ini nggak diperbaiki, kok lama banget. Ini benar-benar roboh yang nggak layak banget, miris banget," tutur Evi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga