Kapolda Jabar Izinkan Warga Tindak Tegas Begal Secara Terukur
Kapolda Jabar: Warga Boleh Tindak Tegas Begal Asal Terukur

Polda Jawa Barat memberikan izin kepada masyarakat untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku begal yang kian marak. Namun, tindakan tersebut harus dilakukan secara terukur dan tidak menimbulkan akibat yang berlebihan. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan berdasarkan arahan langsung Kapolda Jabar sebagai bentuk perlindungan terhadap warga dari kejahatan jalanan.

Arahan Kapolda: Tindak Tegas Terukur

"Perintah Pak Kapolda adalah tindak tegas terukur. Itu tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh, dengan catatan tetap tegas dan terukur. Jangan sampai menimbulkan akibat yang fatal," kata Hendra, Selasa (21/7). Pernyataan ini merespons meningkatnya aksi begal di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung.

Maraknya Aksi Begal di Jawa Barat

Sepanjang Juli 2026, Polda Jabar mencatat terdapat 19 kasus begal yang viral di media sosial. Beberapa kasus yang menjadi sorotan antara lain aksi begal di Flyover Kopo, Kota Bandung, pada 14 Juli 2026. Dua pelaku berinisial RP dan FF mengadang korban yang hendak berangkat kerja menggunakan senjata tajam sebelum merampas sepeda motor dan telepon genggam korban. Kedua pelaku berhasil ditangkap Satreskrim Polrestabes Bandung sekitar tiga jam setelah kejadian.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kasus Lain dan Penanganan Cepat

Kasus lainnya terjadi di kawasan Cikawao-Melong Kaler, Kota Bandung. Seorang pelaku membegal dua korban secara beruntun, termasuk seorang pengemudi ojek online pengantar makanan. Pelaku berhasil ditangkap sekitar 35 menit setelah laporan diterima polisi. Sementara di Kabupaten Cianjur, polisi juga menangkap sekelompok remaja yang membawa senjata tajam dan meresahkan masyarakat saat masa libur sekolah. Para pelaku berkeliling pada dini hari dengan tujuan menakut-nakuti kelompok lain.

Sasaran Utama: Sepeda Motor

Hendra menyebut mayoritas pelaku menjadikan sepeda motor sebagai sasaran utama aksi kejahatan. Meski demikian, hingga kini tidak ada korban meninggal dunia akibat rangkaian kasus begal tersebut. "Sampai saat ini tidak ada korban jiwa, hanya korban mengalami luka dan ketakutan," ucapnya.

Upaya Pencegahan dan Patroli

Untuk menekan aksi begal, Polda Jabar akan memperkuat patroli pada jam-jam yang dinilai rawan, terutama mulai pukul 00.00 hingga dini hari serta pada akhir pekan dan hari libur. "Upaya kita di dini hari tentu akan kita lakukan dengan menyesuaikan waktu-waktu rawan. Berarti mulai pukul 00.00 sampai dini hari akan kita perbanyak personel, utamanya pada jam-jam libur," kata Hendra. Selain meningkatkan patroli, Kapolda Jabar memberikan penekanan kepada seluruh kapolres agar memperkuat langkah pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan jalanan.

Apresiasi untuk Partisipasi Masyarakat

Hendra juga mengapresiasi masyarakat yang aktif melaporkan berbagai kejadian melalui media sosial. Menurutnya, informasi tersebut membantu kepolisian memetakan lokasi rawan sekaligus mempercepat proses pengungkapan kasus. "Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memposting kejadian-kejadian tersebut. Itu bentuk kepedulian terhadap situasi kamtibmas di Jawa Barat dan sangat membantu kami dalam melakukan penelusuran," tuturnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga