PKB Tanggapi Pernyataan Prabowo Soal Pengamat yang Tak Suka Pemerintah Berhasil
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan memberikan tanggapan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut ada pengamat-pengamat yang tidak menyukai keberhasilan pemerintahannya. Menurut Daniel, lebih baik para pengamat tersebut diajak berdialog daripada dilakukan penertiban.
Kritik Sebagai Bagian dari Kehidupan Demokrasi
Daniel Johan menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi dan menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. "Kritik bagi pengamat adalah dunia ilmiah berdasarkan data, realitas, dan keilmuan, sehingga kalau dianggap tidak benar, hadapi saja dan jawab dengan pendekatan data dan keilmuan," kata Daniel kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Dia menambahkan bahwa rakyat ingin melihat pemerintah berhasil menjalankan program dan kebijakan yang mampu membawa kemajuan bagi bangsa. "Kritik muncul karena masih ada hal-hal yang perlu dibenahi oleh pemerintah agar berhasil," sambungnya.
Penertiban Bukan untuk Membungkam Kebebasan Berpendapat
Terkait pernyataan mengenai penertiban terhadap pihak-pihak yang dianggap tak menyukai keberhasilan pemerintah, Daniel meyakini semangatnya ialah untuk memperbaiki kualitas ruang publik dan diskursus kebijakan. Menurutnya, penertiban itu bukan untuk membungkam kebebasan berpendapat.
"Terkait pernyataan mengenai penertiban, kita yakin semangatnya adalah sebagai upaya memperbaiki kualitas ruang publik dan diskursus kebijakan, bukan untuk membungkam kebebasan berpikir dan berpendapat," jelas Daniel dengan tegas.
Pemerintah Perlu Melibatkan Semua Pihak
Daniel menilai pemerintah baiknya mengajak berdialog para pengamat atau pihak yang menilai kinerja pemerintah belum memuaskan. "Jika ada pengamat atau pihak yang menilai kinerja pemerintah masih kurang memuaskan, sebaiknya diajak berdialog dan duduk bersama untuk mencari solusi bersama," tuturnya.
Dia menekankan bahwa pemerintah bukan dewa yang bisa sendirian menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. "Kita membutuhkan kontribusi semua pihak, termasuk akademisi, pengamat, dan masyarakat sipil. Kritik bagian dari membangun bangsa menjadi lebih baik dan maju," imbuh Daniel.
Latar Belakang Pernyataan Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut ada pengamat-pengamat yang dinilai tidak menyukai keberhasilan pemerintahannya. Menurut dia, pengamat-pengamat tersebut merasa rugi dengan pemerintahannya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Prabowo menanggapi paparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut ada pihak yang bilang bahwa ekonomi di Indonesia mengalami krisis.
"Ya ini pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya ada pengamat-pengamat yang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya, mereka itu, menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik," kata Prabowo dalam sidang kabinet tersebut.
Pernyataan Daniel Johan ini muncul sebagai respons langsung terhadap komentar presiden yang dianggap perlu ditanggapi dengan pendekatan yang lebih konstruktif melalui dialog terbuka antara pemerintah dan para pengamat.
