Rusia dan Ukraina saling menuduh telah melanggar gencatan senjata selama tiga hari yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS). Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai serangan besar yang dilancarkan oleh kedua pihak yang bertikai.
Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata ini, yang bertepatan dengan perayaan kemenangan Rusia dalam Perang Dunia II. Pengumuman tersebut juga disertai dengan rencana pertukaran 1.000 tahanan dari masing-masing pihak yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan.
Tuduhan Pelanggaran dari Ukraina
Staf Umum Ukraina menyatakan bahwa sejak awal hari, jumlah serangan yang dilakukan oleh agresor telah mencapai 51. Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia hanya meluncurkan 44 drone mulai pukul 18.00 waktu setempat pada hari Jumat. Jumlah serangan drone tersebut merupakan salah satu yang terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Klaim Rusia atas Pelanggaran Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa meskipun ada deklarasi gencatan senjata, kelompok bersenjata Ukraina tetap melancarkan serangan menggunakan drone dan artileri terhadap posisi pasukan Rusia. Namun, Rusia tidak memberikan jumlah pasti pelanggaran yang terjadi pada hari Sabtu.
Korban Jiwa Masih Terjadi
Korban jiwa masih terus dilaporkan dari kedua pihak, karena Moskow dan Kyiv saling melancarkan serangan pesawat tak berawak. Pesawat tak berawak Rusia menewaskan dua warga sipil dan melukai tiga lainnya di wilayah Zaporizhzhia dan Dnipropetrovsk di Ukraina tengah-timur. Sementara itu, di wilayah Belgorod di Rusia barat, tiga orang terluka akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina, seperti yang diungkapkan oleh gubernur setempat, Vyacheslav Gladkov. Ia menambahkan bahwa tidak ada serangan yang tercatat pada parade Hari Kemenangan Rusia di Lapangan Merah.
Gencatan Senjata Jangka Pendek yang Sering Terjadi
Perang yang telah berlangsung selama empat tahun ini memang kerap mengalami gencatan senjata jangka pendek, biasanya diumumkan sekitar perayaan Paskah Ortodoks. Namun, gencatan senjata tersebut sering kali diwarnai dengan tuduhan pelanggaran timbal balik. Konflik ini telah merenggut ratusan ribu nyawa dan memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka. Perang antara Rusia dan Ukraina ini menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.



