Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Presiden China Xi Jinping telah menawarkan bantuan untuk membuka Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul setelah pertemuan antara kedua pemimpin di Beijing, China, di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
Pertemuan Trump dan Xi di Beijing
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengungkapkan bahwa Xi Jinping menyatakan keinginannya untuk melihat tercapainya kesepakatan terkait Selat Hormuz. "Dia memang menawarkan, katanya, 'Jika saya dapat membantu, saya ingin membantu,'" kata Trump. Trump juga menyinggung ketergantungan China pada minyak Iran sebagai alasan mengapa Beijing memiliki kepentingan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.
"Siapa pun yang membeli minyak sebanyak itu jelas memiliki semacam hubungan dengan mereka. Dia ingin melihat Selat Hormuz terbuka," ujar Trump.
Kesepakatan Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka
Sebelumnya, Gedung Putih mengungkapkan bahwa Trump dan Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz "harus tetap terbuka" saat keduanya melakukan pembicaraan di Beijing. Gedung Putih menyebut pertemuan kedua pemimpin berlangsung "baik".
"Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas," kata Gedung Putih dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (14/5).
Situasi di Selat Hormuz
Situasi di perairan Selat Hormuz dan sekitarnya memanas sejak perang berkecamuk antara AS dan Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu. Teheran memblokir aktivitas perlintasan di Selat Hormuz—yang biasanya dilintasi seperlima pengiriman minyak dan gas dunia—selama perang berkecamuk. AS merespons dengan memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, meskipun gencatan senjata yang rapuh berlaku sejak 8 April lalu.
Bantuan yang ditawarkan Xi Jinping ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan memulihkan arus energi global yang terganggu akibat konflik di kawasan tersebut.



