Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan dukungannya terhadap usulan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengenai penguatan sekolah partai sebagai bagian dari pelatihan calon kepala daerah sebelum Pilkada. Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid atau akrab disapa Cak Udin, menegaskan bahwa sekolah partai menjadi bekal penting bagi kader agar memiliki integritas yang tinggi dalam memimpin daerah.
AKPOLBANG: Wadah Pendidikan Politik Kader PKB
Cak Udin mengungkapkan bahwa PKB telah memiliki sekolah partai bernama AKPOLBANG sejak Pilkada pertama kali digelar pada tahun 2005. Lembaga ini menjadi wadah pendidikan politik bagi kader PKB yang akan mengisi jabatan publik, mulai dari calon anggota DPR RI maupun DPRD provinsi, hingga calon gubernur, bupati, dan wali kota beserta wakilnya.
"Pemimpin publik dari PKB seperti calon anggota DPR RI maupun propinsi, para calon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, walikota/wakil walikota dididik secara khusus selama beberapa hari dengan dibekali materi tentang nilai-nilai kebangsaan, kepemerintahan, kepemimpinan, good governance, bahkan hingga soal new world order-sistem dunia global. Para kepala daerah PKB wajib mengikuti sekolah kepemimpinan AKPOLBANG ini," kata Cak Udin kepada wartawan pada Selasa (4/8/2026).
Forum Kepala Daerah PKB sebagai Penguatan Kapasitas
Selain AKPOLBANG, PKB juga secara rutin menggelar Forum Kepala Daerah PKB. Hasanuddin menjelaskan bahwa forum ini merupakan upaya partainya untuk terus meningkatkan kapasitas dan integritas para kepala daerah serta wakil kepala daerah dari kader partai.
"Sekolah partai AKPOLBANG dan shortcourse melalui Forum P2PD PKB inilah yang selalu dilakukan jauh sebelum pak Mendagri mengusulkan agar partai memperkuat sekolah partai," ujarnya.
Menurutnya, usulan Tito Karnavian sejalan dengan apa yang telah dilakukan PKB selama ini. Ia menilai bahwa memperkuat sekolah partai dapat menghasilkan kepala daerah yang berintegritas dan patuh pada hukum.
"Pak Tito memiliki kesamaan pandang soal ini dengan PKB dan seruan Mendagri tersebut menjadi pengingat dan motivasi agar semua partai kembali meningkatkan level sekolah partainya agar semakin menghasilkan para kepala daerah yang berintegritas dan tidak bermain-main dengan hukum dan kebijakan," tuturnya.
Usulan Tito Karnavian untuk Perkuat Kaderisasi Partai
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian meminta partai politik untuk memperkuat sekolah partai dan melatih calon kepala daerah sebelum diusung dalam Pilkada. Ia juga mengusulkan agar proses kaderisasi diperkuat sebelum partai mengusung calon kepala daerah.
"Wah, ini mancing-mancing ini. Itu kita serahkan kepada pembuat undang-undang ya, apakah mau melalui DPRD, nggak dilarang loh oleh konstitusi. Tinggal mengubah Undang-Undang Pilkada saja. Konstitusi kita hanya mengatakan dipilih secara demokratis. Demokratis bisa langsung, bisa perwakilan," kata Tito di DPR.
"Tapi serahkan kepada (pembuat UU) yang mungkin perlu dipertimbangkan pendapat saya, ini partai-partai yang betul-betul sekolah partainya diperkuat," lanjutnya.
Materi Pelatihan yang Diusulkan Mendagri
Tito menyarankan agar setiap calon kepala daerah mendapatkan pelatihan terlebih dahulu mengenai tata kelola pemerintahan, birokrasi, hingga pengelolaan keuangan daerah. Kemendagri, lanjutnya, siap membantu memberikan materi apabila diminta oleh partai politik.
Dukungan PKB ini menambah daftar partai yang setuju dengan usulan tersebut. Sebelumnya, Partai Golkar juga telah menyatakan persetujuannya terhadap usulan pelatihan calon kepala daerah sebagai upaya mencegah operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



