Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah penduduk Indonesia telah menembus angka 290.125.073 jiwa pada 30 Juni 2026. Angka tersebut dirilis dalam Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I 2026 di Jakarta, Selasa (4/8).
Peningkatan 1,8 Juta Jiwa dalam Enam Bulan
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengungkapkan bahwa jumlah penduduk Indonesia mengalami kenaikan sekitar 1,8 juta jiwa dibandingkan dengan semester II 2025 yang tercatat sebesar 288.315.089 jiwa. Artinya, dalam kurun waktu enam bulan terakhir, terjadi pertumbuhan rata-rata 1,7 juta jiwa per semester.
"Per 30 Juni 2026 atau per Semester I 2026. Jumlah penduduk Indonesia sudah 290.125.073 jiwa," kata Teguh Setyabudi dalam acara tersebut. Angka ini diperoleh dari selisih antara angka kelahiran bersih dan angka kematian penduduk.
Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah
Dari total penduduk tersebut, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Tercatat penduduk laki-laki sebanyak 146.402.289 jiwa, sementara perempuan 143.722.784 jiwa. Selisihnya mencapai lebih dari 2,6 juta jiwa.
Teguh juga menjelaskan bahwa Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yaitu 52.211.020 jiwa. Posisi kedua ditempati Jawa Timur dengan 42.226.212 jiwa. Sebaliknya, Provinsi Papua Barat menjadi provinsi dengan jumlah penduduk paling sedikit, hanya 588.491 jiwa.
Tren Pertumbuhan Penduduk Nasional
"Inilah trennya, pada saat Juni 290,1 [jiwa] pada semester II 288,3. Pada semester I [2025] 286 antara kurang lebih 1 tahun ini," ujar Teguh. Data ini menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir, pertumbuhan penduduk Indonesia konsisten berada di kisaran 1,7 hingga 1,8 juta jiwa per semester.
Data kependudukan yang dirilis Dukcapil ini menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, dan berbagai kebijakan publik lainnya. Dengan populasi yang terus bertambah, pemerintah perlu memastikan ketersediaan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang memadai.



