PAN Siap Dukung Pemotongan Gaji DPR Imbas Konflik Timur Tengah, Manut Arahan Presiden
PAN Siap Dukung Potong Gaji DPR Imbas Konflik Timur Tengah

PAN Siap Dukung Pemotongan Gaji DPR Imbas Konflik Timur Tengah, Manut Arahan Presiden

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus anggota Komisi XII DPR, Eddy Soeparno, menyatakan kesiapannya untuk mendukung pemotongan gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak konflik di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengajak langkah-langkah penghematan nasional.

"Kita manut arahan Presiden. Demi bangsa dan dengan tekad untuk selalu mendahulukan kepentingan masyarakat, kita tentu siap," tegas Eddy Soeparno kepada wartawan di Jakarta, Senin (16 Maret 2026). Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini menegaskan bahwa partainya sepakat dengan berbagai langkah yang disampaikan Prabowo untuk mengantisipasi dampak konflik global yang sedang berlangsung.

Dukungan Penuh untuk Langkah-Langkah Presiden

Eddy Soeparno mengungkapkan bahwa PAN memberikan dukungan penuh terhadap usulan-usulan yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto, termasuk kemungkinan penerapan work from home (WFH) dan pengurangan hari kerja sebagai strategi penghematan energi. "Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden kita setuju kok, mulai dari kemungkinan WFH, terus kemudian mungkin juga pengurangan hari kerja supaya bisa menghemat energi," jelasnya.

Menurut politisi PAN tersebut, usulan yang disampaikan oleh kepala negara sudah cukup komprehensif dan matang. "Jadi apa yang diusul Bapak Presiden saya kira sudah sangat lengkap, komprehensif, dan kita sepakat dengan apa yang beliau sampaikan," tambah Eddy Soeparno, menekankan bahwa tidak ada masalah dari pihak partainya terhadap rencana tersebut.

Konteks Kebijakan Penghematan Nasional

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan pentingnya langkah-langkah adaptif dalam menghadapi situasi konflik di Asia Barat atau Timur Tengah. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpinnya di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (13 Maret 2026), Prabowo mencontohkan Pakistan yang telah menerapkan berbagai kebijakan penghematan.

"Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID," ujar Presiden Prabowo, menggambarkan situasi yang dihadapi Pakistan. Negara tersebut telah menerapkan work from home untuk semua kantor pemerintah maupun swasta dengan 50% pegawai bekerja dari rumah, serta memotong hari kerja menjadi hanya empat hari dalam seminggu.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa Pakistan juga melakukan pemotongan gaji menteri-menteri dan anggota parlemen. Penyesuaian anggaran yang dihasilkan dari langkah ini kemudian dialokasikan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, menciptakan mekanisme redistribusi sumber daya dalam situasi krisis.

Komitmen untuk Kepentingan Nasional

Eddy Soeparno menegaskan bahwa keputusan PAN untuk mendukung pemotongan gaji DPR didasarkan pada komitmen untuk mendahulukan kepentingan bangsa dan masyarakat. "Demi bangsa dan dengan tekad untuk selalu mendahulukan kepentingan masyarakat kita tentu siap," ulangnya, menyoroti kesiapan partainya untuk berkorban dalam situasi yang menuntut langkah-langkah luar biasa.

Presiden Prabowo sendiri telah menekankan bahwa pemerintah tidak bisa memastikan situasi aman tanpa melakukan langkah-langkah proaktif. Pernyataan PAN ini muncul sebagai respons langsung terhadap ajakan kepala negara untuk bersama-sama menghadapi tantangan global yang berdampak pada stabilitas nasional.

Dukungan dari partai politik seperti PAN terhadap kebijakan penghematan yang melibatkan pengorbanan finansial dari pejabat negara menunjukkan adanya kesadaran kolektif tentang pentingnya solidaritas nasional dalam menghadapi krisis internasional. Langkah ini juga mencerminkan komitmen untuk mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif demi kesejahteraan masyarakat luas.