Golkar Siap Potong Gaji Menteri dan Anggota DPR, Dukung Ajakan Prabowo Berhemat
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa menteri dan anggota DPR dari partainya siap dipotong gaji jika negara membutuhkan. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap kondisi negara dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu.
"Jika negara membutuhkan, kami siap dipotong gaji. Ini adalah sebuah ikhtiar simbolik bahwa kita peka terhadap keadaan dan siap menyesuaikan diri," kata Sarmuji kepada wartawan pada Senin, 16 Maret 2026.
Dukungan untuk Kebijakan Penghematan
Sarmuji menilai pemerintah perlu menyiapkan skenario kebijakan untuk mengantisipasi dampak situasi global terhadap Tanah Air. "Pemerintah harus sudah melakukan simulasi tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan," ujarnya.
Pernyataan ini merespons ajakan Presiden Prabowo Subianto yang mencontohkan kebijakan penghematan di Pakistan. Prabowo menyebut bahwa negara tersebut menerapkan pemotongan gaji menteri dan anggota DPR, serta pembatasan penggunaan kendaraan dinas.
Contoh dari Pakistan
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa kebijakan penghematan Pakistan patut dikaji Indonesia, terutama saat harga minyak dunia mengalami kenaikan dalam kondisi global yang tidak stabil. "Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR," kata Prabowo.
Golkar, sebagai partai koalisi, menunjukkan komitmennya dengan kesiapan ini. Sikap tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi pihak lain dalam pemerintahan untuk bersama-sama menghadapi tantangan ekonomi.
Dengan langkah simbolik ini, Golkar berharap dapat mendorong kebijakan yang lebih efektif dalam menjaga stabilitas nasional di tengah gejolak global.
