Gelombang Kedua 'Pulang Basamo' 2026: 6.000 Pemudik Minang Diberangkatkan ke Sumbar
Gelombang Kedua Pulang Basamo 2026: 6.000 Pemudik ke Sumbar

Gelombang Kedua Program Mudik Gratis 'Pulang Basamo' 2026 Sukses Diberangkatkan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, kembali menunjukkan komitmennya dalam memfasilitasi perantau Minang untuk pulang kampung. Pada hari Minggu (15/3), di Lapangan Jantung Sehat DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, ia melepas ribuan pemudik dalam gelombang kedua program mudik gratis Pulang Basamo 2026. Sebanyak 6.000 pemudik diberangkatkan menggunakan 150 bus menuju berbagai daerah di Sumatera Barat.

Dukungan Penuh dari Aparat Keamanan

Acara pelepasan ini diwakili oleh Koordinator Pulang Basamo 2026, Muhammad Reza Ikhwan, dan dihadiri oleh Wakil Kapolda Sumatera Barat, Brigjen Solihin. Andre Rosiade menyatakan, "Alhamdulillah, pelepasan keberangkatan gelombang ke-2 pemudik perantau Minang dalam program 'PULANG BASAMO 2026' berjalan dengan lancar." Ia menekankan bahwa kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran kepolisian yang akan mengawal serta memastikan perjalanan para pemudik berlangsung aman dan tertib hingga sampai ke kampung halaman.

Andre menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan kemudahan serta rasa aman bagi para perantau Minang yang ingin pulang ke ranah. "Saya berharap perjalanan seluruh pemudik berjalan lancar, selamat sampai tujuan, dan dapat berkumpul dengan keluarga tercinta di kampung halaman," ujarnya.

Evolusi Program dari Tahun ke Tahun

Program Pulang Basamo tahun 2026 menandai pelaksanaan tahun keempat, dengan peningkatan signifikan dalam skala. Andre menjelaskan, "Tahun pertama 75 bus, tahun kedua 200 bus, tahun ketiga 250 bus, dan tahun ini juga 250 bus kita siapkan untuk mengantar ribuan pemudik hari ini, totalnya ada belasan ribu pemudik secara gratis." Hingga gelombang kedua ini, total bus yang telah diberangkatkan mencapai 250 unit, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat.

Menurut Reza Ikhwan, seluruh peserta Pulang Basamo tahun ini mendaftar melalui sistem online untuk menjangkau perantau Minang di berbagai daerah di Indonesia. "Kenapa kami menggunakan sistem online? Karena dengan cara ini kami bisa menjangkau perantau tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga di luar daerah seperti Samarinda dan Bali," katanya. Antusiasme ini terbukti dengan tiket mudik gratis yang habis hanya dalam waktu sekitar satu jam setelah pendaftaran dibuka melalui platform Loket.com.

Pengawalan Berjenjang untuk Keamanan Maksimal

Wakapolda Sumbar, Brigjen Solihin, menyatakan bahwa pengawalan rombongan mudik Pulang Basamo dilakukan sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Pengawalan dilakukan oleh Polda Metro Jaya, Polda Lampung, Polda Sumatera Selatan, Polda Jambi hingga Polda Sumbar. Kami pastikan perjalanan aman dan lancar," ujarnya. Selain itu, rombongan bus akan berhenti di beberapa titik check point di sepanjang jalur lintas Sumatera untuk memastikan kondisi kendaraan serta kesehatan pengemudi tetap prima.

Reza Ikhwan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Sumatera Barat yang ikut mengawal pemberangkatan mudik Pulang Basamo sejak gelombang pertama hingga gelombang kedua. "Terima kasih kepada kepolisian yang mengawal perjalanan ini sehingga rombongan bisa berangkat dengan aman dan diharapkan tiba di kampung halaman dengan lancar," katanya.

Misi Mempererat Silaturahmi di Hari Raya

Program Pulang Basamo tidak hanya sekadar mudik gratis, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga di Sumatera Barat saat Idul Fitri. Andre Rosiade berharap program tersebut dapat membantu perantau Minang pulang kampung dengan aman dan nyaman. Inisiatif ini mencerminkan kepeduliannya dalam memfasilitasi masyarakat perantau agar dapat merayakan momen spesial bersama keluarga di kampung halaman, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.