Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan partainya tidak akan mengambil jalur oposisi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sikap itu ia sampaikan di hadapan kader Partai Golkar Sumatra Selatan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Golkar Sumsel, Minggu (2/8/2026).
"Target kita adalah mendukung pemerintahan yang ada di bawah pimpinan Presiden Prabowo dan Wapres Mas Gibran Rakabuming Raka. Kita akan berada pada garda terdepan untuk mendukung program-program yang baik untuk kemajuan rakyat bangsa, dan negara," ujar Bahlil dalam sambutannya, dilansir detikSumbagsel.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan komitmen Golkar sebagai bagian dari koalisi pendukung pemerintah pasca Pilpres 2024. Golkar merupakan salah satu partai pengusung pasangan Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden 2024, sehingga kemenangan yang didapat ikut mewarnai sikap politik partai berlambang beringin ini.
Konsisten Mendukung di Pusat dan Daerah
Bahlil yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan dukungan Golkar terhadap pemerintahan tidak hanya berlaku di pusat, melainkan juga harus diterjemahkan oleh kader di tingkat daerah. Ia mengingatkan agar kader partai tetap satu barisan dengan pemerintah.
"Golkar harus konsisten menjalankan ini. Dan saya pikir tidak ada alasan untuk kita tidak mendukung, karena Golkar adalah salah satu parpol yang mendukung dan mengusung pasangan yang ada, serta sekaligus memperjuangkan, sehingga kita bisa menjadi pemenang dalam pilpres kemarin," kata Bahlil.
Bahlil mengambil alih kursi Ketua Umum Golkar pada akhir 2024, menggantikan Airlangga Hartarto. Sejak saat itu, ia berulang kali menegaskan bahwa Golkar tidak akan pernah meninggalkan pemerintahan yang telah diusungnya. Hal itu dianggap penting untuk menjaga stabilitas politik dan melanjutkan program-program prioritas pemerintah.
Dalam Pemilu Legislatif 2024, Golkar berhasil meraih 102 kursi di DPR RI. Perolehan tersebut menempatkan Golkar di posisi kedua partai dengan kursi terbanyak setelah PDIP, sekaligus menjadikannya mitra koalisi yang sangat penting bagi pemerintahan.
Arahan untuk Kader Sumatera Selatan
Pada kesempatan itu, Bahlil juga memberikan instruksi khusus kepada kader Golkar di Sumatera Selatan untuk mendukung pemerintahan Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang. Dukungan ini, kata Bahlil, merupakan bagian dari kewajiban partai untuk memastikan program pemerintah berjalan, baik di level nasional maupun regional.
Sumatera Selatan sendiri merupakan salah satu basis dukungan yang cukup kuat bagi Golkar. Dengan mengarahkan kader agar solid di belakang pemerintahan daerah, Golkar berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin erat.
Positioning Politics dan Ketidakterbiasaan pada Oposisi
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menjawab pertanyaan soal sejauh mana Golkar akan setia mendukung pemerintahan. Ia menegaskan bahwa kesetiaan itu tidak memiliki batas waktu tertentu, kecuali ditentukan oleh Presiden Prabowo sendiri.
"Kalau ada pertanyaan, sampai kapan kita mendukung? Tanyakan kepada Pak Presiden Prabowo sampai kapan, Golkar akan selalu setia bersama pemerintahan Presiden Prabowo. Itu dalam konteks positioning politics," sambungnya.
Bahlil menegaskan bahwa Partai Golkar memang tidak terbiasa berada di luar kekuasaan. Menurutnya, budaya politik Golkar lebih mengutamakan karya dan pengabdian daripada mengkritik dari luar.
"Kita Golkar memang tidak terbiasa di oposisi. Karena kita betul-betul berkarya dan mengabdi," pungkasnya.
Golkar memang memiliki sejarah panjang sebagai partai yang identik dengan kekuasaan. Meskipun sempat merasakan menjadi oposisi pada awal era reformasi, Golkar kemudian kembali berkoalisi dan hingga kini menjadi salah satu pendukung utama pemerintahan Prabowo-Gibran. Melalui Musda XI DPD Golkar Sumsel, konsolidasi internal ini diharapkan mampu memperkuat dukungan partai di seluruh tingkatan.



