Komisi X DPR akan memanggil Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk meminta penjelasan terkait pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) yang baru saja diumumkan pemerintah. Pemanggilan ini dilakukan setelah pelantikan gubernur dan wakil gubernur URI beberapa waktu lalu.
Jadwal Klarifikasi Usai Masa Reses
Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, menyatakan bahwa klarifikasi akan dilakukan setelah masa reses DPR pada pertengahan Agustus mendatang. Menurutnya, pemerintah harus menjelaskan secara rinci konsep pendirian URI, mulai dari landasan hukum, tata kelola, arah pengembangan, hingga sumber pendanaannya.
"Kami akan meminta Kemendiktisaintek memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai konsep, landasan hukum, tata kelola, sumber pendanaan, serta arah pengembangan URI, termasuk apabila benar terdapat rencana pembentukan hingga 10 Universitas Republik Indonesia," kata Hetifah saat dihubungi pada Jumat (24/7).
Publik Berhak Tahu Urgensi Pendirian URI
Hetifah mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah mengenai pendirian URI. Padahal, publik berhak mengetahui urgensi pendirian lembaga tersebut, terutama terkait rencana pembentukan 10 universitas di bawah naungan URI.
Komisi X mewanti-wanti agar URI tidak menduplikasi fungsi, tumpang tindih kewenangan, atau menyebabkan fragmentasi dalam tata kelola pendidikan tinggi nasional. Setiap institusi baru semestinya dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang telah ada.
Status URI sebagai Mitra Komisi X Masih Belum Jelas
Hetifah mengaku belum dapat memastikan apakah URI nantinya akan menjadi mitra Komisi X sebagai mitra pemerintah di bidang pendidikan. Hal ini akan bergantung pada desain yang ditetapkan pemerintah.
"Pada prinsipnya, Komisi X mendukung setiap inovasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia. Tentunya kebijakan tersebut perlu disusun secara transparan dan berbasis kebutuhan nasional, serta menjadi bagian dari desain besar pembangunan pendidikan Indonesia," ujarnya.
Presiden Prabowo Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur URI
Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitoyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur untuk lembaga baru bernama Universitas Republik Indonesia (URI) pada Rabu (22/7). Donny saat ini merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertahanan, sementara Yos adalah seorang ilmuwan dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
URI disiapkan sebagai lembaga untuk melahirkan calon pemimpin instansi pemerintah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa URI mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang diterapkan di sejumlah negara.
"Itu sudah kita persiapkan lama. Cuma, waktunya kan enggak pas lama. Nanti ada waktunya aku jelasin, detailnya. Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang emang khusus itu mempersiapkan calon-calon pemimpin," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.



