Pramono Pastikan Rehabilitasi SDN Kebayoran Lama Mulai September 2026
Pramono: Rehab SDN Kebayoran Lama Mulai September 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan yang roboh sejak 2024. Dalam kunjungannya pada Jumat (24/7/2026), Pramono memastikan bahwa revitalisasi sekolah tersebut akan dimulai pada September 2026.

Kondisi Bangunan Memprihatinkan

Pramono mengungkapkan bahwa bangunan sekolah terakhir direnovasi pada tahun 2011. "Hari ini secara khusus saya memang datang langsung untuk memastikan kondisi yang sebenarnya dari SD 09 dan juga SD 11 Kebayoran Lama. Bangunan ini sebenarnya dibangun, renovasinya terakhir tahun 2011," ujarnya di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa kerangka bangunan menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat karat. "Tadi kalau melihat kerangkanya kelihatan dengan gampang bahwa ada yang masih utuh, ada yang berkarat yang kemudian menyebabkan kerusakan yang ada. Di beberapa tempat tadi kita lihat dengan gampang," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jadwal dan Anggaran Revitalisasi

Pramono menegaskan bahwa proses rehabilitasi akan dimulai paling lambat September 2026. Persiapan, termasuk penunjukan kontraktor, akan dilakukan pada Agustus 2026. "Rehab ini akan dimulai paling lama adalah September. Paling lama September harus segera dimulai. Jadi Agustus persiapan penghapus bukuan, menunjuk pelaksana kontraktornya, dan bulan September sudah harus mulai dibangun di tempat ini," ungkapnya.

Anggaran yang disiapkan untuk revitalisasi ini mencapai Rp 48,1 miliar. "Untuk di tempat ini anggarannya seperti yang saya sebutkan tadi Rp 48,1 miliar," tutup Pramono.

Dampak Robohnya Sekolah

Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh pada 27 November 2024 saat libur pilkada. Lima ruangan, terdiri dari empat ruang kelas dan satu ruang UKS, ambruk. Sejak itu, para siswa terpaksa menumpang belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada di sebelah.

Salah satu orang tua murid kelas 5, Evi (33), menceritakan kondisi belajar anaknya. "Untuk KBM-nya (kegiatan belajar-mengajar) jadi anak-anak kita numpang. Numpang gitu di numpang di SDN Kebayoran Lama 11. Kebayoran Lama 11 Selatan, kebetulan kan memang sebelahan. Jadi kita numpang di sana," kata Evi kepada wartawan pada Selasa (21/7).

Akibatnya, siswa yang biasanya masuk pagi kini harus belajar pada siang hari karena menunggu kegiatan belajar-mengajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 selesai. Peristiwa robohnya sekolah terjadi saat libur pilkada, sehingga tidak ada yang mengetahui kejadian tersebut. "Awalnya ya itu kejadian kan pas libur pilkada. Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu," ungkap Evi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga