Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) secara resmi mengumumkan bahwa layanan Bus Selawat untuk sementara waktu akan dihentikan. Penghentian ini berlaku mulai 22 Mei 2026 dan akan kembali beroperasi pada 31 Mei 2026. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari persiapan menjelang fase puncak ibadah haji.
Penyesuaian Layanan Transportasi
Bus Selawat merupakan fasilitas transportasi gratis yang disediakan oleh pemerintah untuk jemaah haji dan umrah. Layanan ini menghubungkan hotel-hotel tempat jemaah menginap dengan Masjidil Haram di Makkah. Penghentian sementara ini dilakukan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Dalam pengumuman resmi melalui akun Instagram Kemenhaj, disebutkan bahwa layanan akan berhenti mulai 22 Mei 2026 pukul 18.00 WAS (Waktu Arab Saudi) dan akan kembali beroperasi pada 31 Mei 2026 pukul 01.00 WAS. Informasi ini dikutip pada Kamis, 21 Mei 2026.
Fasilitas bagi Jemaah
Meskipun layanan Bus Selawat dihentikan sementara, Kemenhaj memastikan bahwa jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap mendapatkan fasilitas transportasi menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran ibadah jemaah selama masa transisi menuju puncak haji.
Imbauan Kesehatan dan Kesiapan
Kemenhaj juga mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan baik menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Kesiapan fisik dan mental sangat penting mengingat rangkaian ibadah haji yang padat dan membutuhkan stamina prima.
Jadwal Puncak Haji
Puncak ibadah haji dimulai pada 1 Dzulhijah hingga hari-hari Tarwiyah yang jatuh pada 8 Dzulhijah. Hari Arafah, yang merupakan puncak dari ibadah haji, akan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Pada hari tersebut, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Gunung Arafat dekat Kota Suci Mekkah untuk berdoa dan bermunajat.
Setelah itu, Iduladha atau 10 Dzulhijah akan bertepatan pada Rabu, 27 Mei 2026. Iduladha memperingati peristiwa ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, yang kemudian diganti dengan seekor domba jantan. Umat Muslim di seluruh dunia merayakan Iduladha dengan melaksanakan salat Id, berkumpul bersama keluarga, menyembelih hewan kurban, dan membagikan dagingnya kepada kerabat, teman, serta mereka yang membutuhkan.
Dengan penghentian sementara Bus Selawat, diharapkan jemaah dapat lebih fokus mempersiapkan diri untuk rangkaian ibadah haji yang khusyuk dan lancar.



