PDIP Nilai Warga Desa Terdampak Dolar Naik, Singgung Harga Pupuk-Gandum
PDIP Nilai Warga Desa Terdampak Dolar Naik

PDIP menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut warga desa tidak memakai dolar di tengah melemahnya rupiah terhadap dolar. PDIP memastikan warga desa tetap terdampak meski tak menggunakan dolar.

"Ya kalau dalam konteks orang desa itu menggunakan rupiah, ya (tidak pakai). Tapi dalam konteks ekonomi kehidupan mereka ya ada pengaruhnya. Karena itu saya kira di masalah ekonomi, masalah dasar itu orang kampung juga pasti mengerti itu," kata Ketua Dewan Kehormatan PDIP Komarudin Watubun kepada wartawan di DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Komarudin menyatakan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar akan mempengaruhi komoditas impor. Dia menyebut BBM, pupuk, hingga gandum akan mengalami kenaikan harga. "Karena dengan nilai rupiah anjlok seperti ini, ya kan, berpengaruh kepada harga barang akan naik. Karena barang impor, termasuk BBM, pupuk, elektronik, gandum itu yang makan-makan di, termasuk kau itu pergi biasa makan di apa-apa, rumah makan, kopi-kopi, makan yang roti-roti dari gandum itu kan pasti harga akan naik kan," ucap dia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Jadi, ya kalau Presiden ngomong dalam konteks penggunaan alat tukar ya rupiah di desa ya, tapi tapi jangan lupa loh dia sekarang desa-desa itu banyak juga melakukan transaksi ekspor-impor yang tetap juga berpengaruh itu," lanjut dia.

Pernyataan Prabowo Dinilai Tidak Tepat

Komarudin menegaskan pernyataan Prabowo tidak tepat. Dia meminta Prabowo serius menghadapi persoalan tersebut. "Bukan kurang tepat, tidak tepat, karena itu sangat berpengaruh kepada sektor-sektor lain. Jadi kalau harga BBM, pengaruh BBM naik, semua harga pasti barang naik. Ya tetap harus itu menjadi perhatian pemerintah supaya tetap menjaga stabilitas harga kan, karena kalau harga barang naik, pendapatan rakyat tetap juga seperti begitu pasti berdampak," tegas dia.

Komarudin memandang Prabowo memberi pernyataan itu sekadar memberi harapan kepada rakyat. Namun, ia menyebut rakyat sekarang sudah mahir mencari informasi. "Ya pasti Pak Presiden memberi jawaban-jawaban yang memberi harapan kepada rakyat tapi kan rakyat dulu dan sekarang kan beda. Kalau dulu tidak ada informasi di luar informasi pemerintah, katakanlah Orde Baru, hanya satu saja informasi, TVRI. Ya toh? Dengan Harmoko-nya jadi kita tidak ada sumber lain. Kalau sekarang ini kan sumber informasi hari ini peristiwa terjadi jarum jatuh di Eropa orang Indonesia tahu, orang kampung lebih tahu dari saya mungkin, karena mereka tiap hari dengan apa, dengan media sosial itu mereka justru mengontrol kita," ujar dia.

Ketua Komisi XI DPR Sebut Prabowo Tenangkan Warga

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal rupiah melemah dan dolar USD menguat bertujuan menenangkan warga. Misbakhun menilai penggunaan dolar AS sebagai alat transaksi keuangan berpengaruh terhadap orang kaya.

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan, karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dolar. Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri," kata Misbakhun kepada wartawan, Minggu (17/5).

Misbakhun menilai arahan Prabowo menjadi pengingat kepada Bank Indonesia (BI) untuk memperhatikan rupiah harus dikendalikan. Menurut Misbakhun, rupiah harus dikendalikan nilainya dan harus dikembalikan kepada nilai yang ideal karena akan banyak memberikan pengaruh kepada masyarakat yang selama ini menggunakan dolar dalam transaksi.

"Masyarakat yang menggunakan dolar dalam transaksi itu apa? Yang selama ini bahan bakunya impor. Dan salah satu yang impor yang kita khawatirkan adalah impor dari komoditas-komoditas yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Dolar yang menguat dikhawatirkan akan memberikan tekanan terhadap inflasi karena impor bahan baku menjadi mahal. Selain itu, rupiah saat ini melewati lebih dari Rp 1.000 dari asumsi makro yang ada di APBN 2026.

"Tentunya apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait nilai tukar itu adalah untuk menenangkan masyarakat, supaya masyarakat tidak panik, supaya masyarakat tetap tenang dan masyarakat tidak terpengaruh dengan hal-hal yang sifatnya ingin mengganggu stabilitas ekonomi nasional kita," ucapnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Walaupun demikian, menurut Misbakhun, ada makna tersirat Prabowo bahwa menjadikan isu soal pelemahan rupiah ini sebagai isu yang menjadi bahan pembicaraan di masyarakat. Untuk itu, BI diminta segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya-upaya yang konkret mengembalikan rupiah pada penguatan yang memadai, karena BI menyampaikan bahwa rupiah under value.

Pernyataan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga tembus Rp 17.500. Menurutnya saat ini nilai tukar mata uang Garuda itu masih terkendali, mengingat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sampai saat ini masih bisa tersenyum.

"Purbaya sekarang populer banget, Purbaya ini. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar," kata Prabowo dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5).

Artikel Selanjutnya: Usai Serahkan Alutsista ke TNI, Prabowo Tanya Purbaya: Dolar Gimana?