Pagar besi tinggi yang sempat berdiri di depan Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, telah resmi dibongkar. Berdasarkan pantauan detikcom pada Minggu (2/8/2026), bagian depan mal sudah kembali terbuka dan tidak lagi dibatasi pagar yang sebelumnya dipasang. Beberapa bekas fondasi tiang pagar masih terlihat di lokasi, namun aktivitas pengunjung di dalam mal berjalan normal tanpa hambatan.
Pembongkaran ini terjadi hanya satu hari setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di ibu kota. Sebelumnya, jaringan mal seperti Kota Kasablanka menjadi sorotan karena memasang pagar menjulang di area masuk, yang dinilai berlebihan dan memicu perdebatan di publik.
Keputusan Manajemen Lokal
Pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja, yang merupakan pengembang Mal Kota Kasablanka, sudah memberi isyarat bahwa pagar tersebut akan dicabut. Dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (2/8), Tedja menegaskan bahwa pemasangan pagar tinggi itu bukanlah arahan dari pemegang saham maupun kantor pusat perusahaan. Ia menyebut keputusan itu berasal dari manajemen lokal semata.
"Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar," ujar Tedja dalam pernyataannya.
Pernyataan Tedja muncul setelah Pramono secara terbuka menyinggung maraknya pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan, properti, dan perkantoran di Jakarta. Pramono menilai langkah tersebut tidak perlu dan justru dapat menciptakan kesan bahwa Jakarta tidak aman, padahal kondisi keamanan di ibu kota dinilai kondusif.
Pramono: Pagar Berlebihan Bangun Citra Buruk
Dalam pernyataannya di Jakarta Pusat pada Sabtu (1/8), Pramono mengaku mengikuti perkembangan pemasangan pagar-pagar tinggi di beberapa titik. Ia menegaskan bahwa secara pribadi, sebagai gubernur, dirinya menginginkan Jakarta tetap aman dan nyaman bagi semua warga.
"Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan di beberapa tempat pagar-pagar yang kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Secara pribadi, sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan, apa pun, Jakarta itu aman, nyaman," kata Pramono.
Lebih lanjut, Pramono meminta para pemilik mal, properti, perkantoran, dan pelaku usaha lainnya untuk tidak berlebihan dalam memasang pengaman. Menurutnya, pagar yang terlalu tinggi justru menimbulkan persepsi negatif terhadap suasana kota. Ia juga akan segera mengoordinasikan langkah penertiban agar pagar-pagar tersebut dicabut.
"Termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan. Dan saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu," tegas mantan Sekretaris Kabinet tersebut.
Jakarta Aman dan Kondusif
Pramono menegaskan bahwa situasi Jakarta saat ini aman dan kondusif. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan aparat keamanan serta aparat penegak hukum di berbagai sektor untuk memastikan stabilitas kota. Oleh karena itu, pagar-pagar berlebihan tidak diperlukan dan hanya akan merusak citra Jakarta sebagai kota yang terbuka.
"Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Padahal menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja," ujarnya.
Pembongkaran pagar Kokas menjadi bukti respons cepat dari pengelola mal atas sorotan gubernur. Dalam kurun waktu satu hari, pagar yang sempat menjadi perbincangan tersebut telah diturunkan. Meski begitu, belum ada konfirmasi lanjutan dari manajemen Kokas mengenai detail proses pembongkaran, termasuk jadwal perapian sisa fondasi yang masih terlihat.
Langkah Penertiban Mal Lain Menanti
Sorotan Pramono tidak hanya tertuju pada Kota Kasablanka. Ia menyebut ada sejumlah mal dan properti lain yang juga memasang pagar tinggi. Dengan adanya perintah untuk menertibkan, publik akan menunggu langkah serupa dari pengelola kawasan komersial lainnya. Namun, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari mal atau properti lain yang berencana membongkar pagar mereka.
Sebelumnya, fenomena pagar tinggi di mal-mal Jakarta sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menyayangkan pemasangan pagar yang dianggap mengurangi keterbukaan ruang publik. Kini, dengan telah dibongkarnya pagar Kokas, diharapkan kekhawatiran tersebut mulai terjawab.
Gubernur Pramono sebelumnya juga menegaskan bahwa penertiban akan segera dilakukan secara menyeluruh. Ia berkomitmen menjaga Jakarta agar tetap terlihat ramah dan aman tanpa perlu pagar-pagar yang menghalangi interaksi masyarakat. Langkah pembongkaran di Kokas diharapkan menjadi contoh bagi kawasan lainnya.



