Pepatah lama 'Guru kencing berdiri, murid kencing berlari' masih sangat relevan untuk menggambarkan kondisi bangsa saat ini. Dalam ilmu psikologi, Albert Bandura melalui Social Learning Theory menjelaskan bahwa manusia belajar melalui proses mengamati (observational learning) dan kemudian meniru perilaku orang lain, terutama mereka yang memiliki kekuasaan, status, dan pengaruh.
Makna Pepatah dalam Konteks Sosial
Pepatah ini menggambarkan bagaimana perilaku seorang pemimpin atau figur otoritas (guru) ditiru oleh bawahannya (murid) secara berlebihan. Jika guru melakukan sesuatu yang sederhana, murid bisa melakukannya dengan lebih ekstrem. Fenomena ini sering terlihat dalam birokrasi, politik, dan kehidupan sehari-hari di Indonesia.
Social Learning Theory Albert Bandura
Bandura (1977) mengemukakan bahwa pembelajaran observasional terjadi melalui empat tahap: perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi. Dalam eksperimen Boneka Bobo yang terkenal, Bandura menunjukkan bahwa 88% anak-anak yang menyaksikan orang dewasa memukul boneka tersebut kemudian meniru perilaku agresif yang sama. Temuan ini menegaskan bahwa manusia cenderung meniru perilaku yang diamati, terutama jika model tersebut dianggap memiliki status atau kekuasaan.
Relevansi dengan Kondisi Indonesia
Di Indonesia, fenomena ini dapat diamati dalam berbagai aspek. Contohnya, ketika seorang pejabat publik menunjukkan perilaku koruptif, bawahannya mungkin merasa terlegitimasi untuk melakukan hal serupa. Menurut data Transparansi Internasional, Indonesia masih berada di peringkat 110 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi 2022. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku tidak etis dapat menyebar melalui proses modeling dari atas ke bawah.
Implikasi bagi Kepemimpinan
Pemahaman tentang Social Learning Theory menekankan pentingnya keteladanan. Pemimpin di semua level harus sadar bahwa tindakan mereka diamati dan ditiru. Jika seorang pemimpin ingin menciptakan budaya integritas, ia harus memulai dari dirinya sendiri. Pepatah 'Guru kencing berdiri, murid kencing berlari' menjadi pengingat bahwa efek dari perilaku pemimpin bisa lebih besar dari yang dibayangkan.



