Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini secara resmi meluncurkan delapan Langkah Strategis Transformasi Melayani Negeri dalam acara PANRB Fest 2026 di Jakarta, Senin (27/7/2026). Langkah ini menjadi pedoman kinerja seluruh unit kerja Kementerian PANRB untuk lima tahun mendatang, seiring dengan peringatan 67 tahun pengabdian kementerian tersebut.
Delapan Langkah Menuju Birokrasi Berdampak
Dalam sambutannya, Rini menegaskan bahwa kedelapan langkah tersebut harus menjadi arah bersama sekaligus acuan bagi setiap unit kerja dalam menyusun target, menjalankan program, dan mengukur kinerja organisasi. "Delapan langkah strategis ini harus menjadi arah bersama sekaligus acuan bagi setiap unit kerja dalam menyusun target, menjalankan program, dan mengukur kinerja organisasi dalam lima tahun ke depan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Langkah pertama adalah Manajemen Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah, yang bertujuan mendorong seluruh instansi bergerak secara terpadu dalam mengawal program prioritas. Kedua, Organisasi Pemerintah yang Agile, agar birokrasi mampu bergerak cepat, lincah, adaptif, dan berdampak. Ketiga, Transformasi Tata Kelola, dengan menggeser orientasi kerja dari sekadar pemenuhan prosedur menuju pencapaian dampak yang terukur.
Fokus pada SDM dan Integritas
Langkah keempat, ASN Unggul untuk Indonesia, menekankan pengembangan talenta terbaik yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan prima. Kelima, Pengelolaan Konflik Kepentingan, sebagai bagian dari penguatan integritas aparatur tanpa kompromi. Keenam, Budaya Kerja BerAKHLAK, yang menjadi fondasi untuk membangun budaya organisasi yang kuat dan kinerja yang hebat.
Ketujuh, Pemerintah Digital Terintegrasi, dengan mengubah ego sistem menjadi ekosistem digital pemerintahan yang terpadu. Kedelapan, Omni Kanal Layanan Publik, untuk menghadirkan pengalaman pelayanan yang mudah, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. "Seluruh langkah ini memiliki satu tujuan, yakni memastikan setiap kebijakan, program, dan perubahan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat," tegas Rini.
Apresiasi Presiden dan Semangat Perjuangan
Pada momentum 67 tahun Kementerian PANRB, Menteri Rini juga menyampaikan salam hangat, rasa bangga, dan hormat dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh keluarga besar Kementerian PANRB. Presiden memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi dalam mengawal transformasi birokrasi sehingga semakin mampu menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, adil, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rini menegaskan bahwa perjalanan Kementerian PANRB tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. Semangat tersebut diwujudkan melalui rangkaian tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata untuk mengenang para pendahulu yang telah mewariskan nilai perjuangan, integritas, dan pengabdian kepada bangsa. "Penghormatan terbaik kepada para pendahulu adalah melanjutkan langkah mereka melalui karya dan pengabdian yang relevan dengan tantangan zaman. Inilah semangat yang ingin kita bawa dalam Transformasi Melayani Negeri," tuturnya.
Kolaborasi sebagai Kunci Keberhasilan
PANRB Fest 2026 tidak hanya menjadi rangkaian perlombaan, tetapi juga ruang untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat kolaborasi. Semangat tersebut diharapkan terus dibawa ke ruang kerja, ke dalam setiap kebijakan yang disusun, serta ke setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. "Transformasi tidak dibangun oleh satu orang atau satu unit kerja, melainkan oleh seluruh insan Kementerian PANRB yang melangkah bersama sebagai satu tim," pungkas Rini.
Implementasi kedelapan langkah ini membutuhkan kesatuan arah, kolaborasi lintas unit kerja, dan komitmen seluruh insan Kementerian PANRB. Dengan demikian, transformasi birokrasi diharapkan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia.



