Polisi Tangkap MY (34) Pengirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah 15
Polisi Tangkap Pengirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah

Polisi menangkap seorang pria berinisial MY (34) yang diduga mengirim ancaman bom melalui pesan WhatsApp ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026). Ancaman tersebut menghentikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan memaksa evakuasi seluruh siswa.

Kronologi Penangkapan dan Evakuasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan bahwa MY diamankan di sekitar lokasi sekolah. Penyidik masih mendalami tujuan dan motif pelaku mengirimkan ancaman tersebut. "Kegiatan teror yang terjadi, untuk pelaku satu orang inisial MY, alamat di sekitar lokasi kejadian sekolah, sudah diamankan. Masih dalam pendalaman penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan," kata Budi kepada wartawan.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi memastikan hasil penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 tidak menemukan benda yang diduga bom di lingkungan sekolah. "Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir," kata Nurma.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pesan Ancaman Dikirim ke Guru

Nurma menjelaskan bahwa ancaman bom dikirim melalui pesan WhatsApp secara pribadi kepada guru kelas I dan petugas tata usaha (TU). Pesan tersebut baru diketahui setelah upacara pembukaan MPLS selesai karena para guru masih mengikuti upacara. "Laporannya setengah delapan, tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang, semuanya, camat dan lurah," tutur Nurma.

Ancaman ini sempat menghentikan kegiatan MPLS dan seluruh siswa dievakuasi demi keselamatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menghentikan sementara aktivitas di SDN Srengseng Sawah sebagai langkah antisipasi.

Motif Pelaku Masih Diselidiki

Hingga berita ini diturunkan, motif pelaku masih dalam pendalaman penyidik. Belum diketahui apakah ancaman tersebut merupakan lelucon atau memiliki tujuan lain. Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga