Kronologi Kematian Cameron Hughes di Tahanan Imigrasi Bali
Cameron Hughes, seorang pria Australia berusia 39 tahun, meninggal dunia di tahanan imigrasi Bali pada Jumat, 10 Juli 2026, saat menjalani proses deportasi. Keluarganya mengaku hancur dan memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar kejadian ini.
Cameron telah tinggal di Bali selama lebih dari 15 tahun. Ia menikah dengan perempuan Indonesia dan memiliki seorang putra berusia delapan tahun. Ia menjalankan bisnis restorasi mobil di Jimbaran, Kuta Selatan. Saat ditahan, Cameron baru berpisah dengan istrinya dan sedang berusaha memperpanjang visanya agar bisa tetap dekat dengan putranya.
Pernyataan Keluarga: Cameron Adalah Ayah yang Penyayang
Dalam pernyataan yang diterima ABC Australia, keluarga menggambarkan Cameron sebagai sosok yang baik hati, pekerja keras, dan sangat mencintai keluarganya. "Cameron adalah sosok yang baik hati, yang sangat mencintai keluarganya dan adalah ayah yang penyayang. Ia sosok yang tangguh, pekerja keras, dan bangga bisa melewati tantangan menuju kehidupan yang baik. Menyebutnya pergi terlalu cepat bahkan tidak cukup untuk menggambarkan perasaan kami. Keluarga kami benar-benar hancur," demikian pernyataan tersebut.
Penangkapan oleh Imigrasi Bali
Menurut pihak imigrasi Bali, Cameron ditahan setelah adanya pengaduan pada Maret 2026 terkait dugaan pelanggaran visa. "Meski sudah diberi banyak kesempatan untuk mengurus izin tinggal secara kooperatif, individu tersebut berulang kali gagal mematuhi panggilan resmi yang dikeluarkan oleh petugas," kata juru bicara imigrasi Bali. Penangkapan dilakukan di kediamannya di Jimbaran pada 10 Juli 2026.
Kondisi Tidak Sadar di Dalam Toilet
Beberapa jam setelah ditahan, petugas menemukan Cameron tidak sadarkan diri di dalam toilet. "Dalam pemantauan CCTV, petugas menemukan anomali di mana tahanan tidak bergerak dalam waktu yang lama di dalam toilet. Staf memeriksa organ vitalnya, memberi pertolongan pertama, termasuk memberikan oksigen tambahan, dan berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulans," jelas juru bicara kantor imigrasi Ngurah Rai. Petugas medis melakukan tindakan awal sebelum memindahkannya ke Rumah Sakit Umum Bali Jimbaran untuk perawatan intensif.
Penyebab Kematian: Serangan Jantung?
Pihak otoritas di Bali menyatakan Cameron dinyatakan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Catatan medis awal menyebutkan ia meninggal akibat serangan jantung. Namun, keluarga meragukan penyebab tersebut.
Keluarga Pertanyakan Informasi yang Berbeda-beda
Keluarga Cameron mengaku menerima informasi yang berbeda-beda dari pihak otoritas dan memiliki banyak pertanyaan. Mereka masih menggali informasi tentang bagaimana Cameron bisa ditahan dan apa yang terjadi selama penahanan. Keluarga juga membantah tuduhan bahwa Cameron gagal kooperatif dengan imigrasi. "Kami akan bekerja sama dengan staf konsuler untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi, dan untuk memahami situasi yang ada sepenuhnya," ujar pihak keluarga.
Bantuan Konsuler Australia
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyatakan telah memberikan bantuan konsuler kepada keluarga Cameron. "Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga pada saat yang sulit ini. Karena alasan privasi, kami tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut," kata juru bicara departemen tersebut.



