MPLS Ramah 2026: Pendekatan Baru Tanpa Kekerasan dan Pungutan
MPLS Ramah 2026: Tanpa Kekerasan dan Pungutan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengganti pendekatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan konsep "Ramah" mulai tahun ajaran 2026. Perubahan ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026. Konsep Ramah menekankan kegiatan yang bebas dari kekerasan, pungutan liar, dan mengedepankan kehangatan selama lima hari pelaksanaan.

Apa Itu MPLS Ramah?

MPLS Ramah adalah kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bagi murid baru yang dirancang untuk menciptakan kesan positif dan nyaman. Menurut Kemendikdasmen, pendekatan ini bertujuan menghilangkan praktik perpeloncoan dan pungutan yang kerap terjadi pada MPLS sebelumnya. "Kami ingin memastikan bahwa hari-hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bebas tekanan bagi siswa baru," ujar juru bicara Kemendikdasmen.

Rangkaian Kegiatan Selama Lima Hari

Kegiatan MPLS Ramah berlangsung selama lima hari dengan jadwal yang disesuaikan untuk setiap jenjang pendidikan. Berikut rincian kegiatannya:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hari Pertama: Pengenalan Lingkungan Sekolah

Pada hari pertama, siswa baru diajak berkeliling area sekolah, termasuk ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas olahraga. Mereka juga diperkenalkan dengan guru dan staf sekolah. Kegiatan ini bertujuan agar siswa merasa akrab dengan lingkungan fisik sekolah.

Hari Kedua: Sosialisasi Tata Tertib dan Budaya Sekolah

Siswa diberikan penjelasan mengenai peraturan sekolah, tata tertib, dan nilai-nilai budaya yang dianut sekolah. Materi disampaikan dengan metode interaktif seperti diskusi dan permainan peran untuk memudahkan pemahaman.

Hari Ketiga: Pengenalan Kurikulum dan Kegiatan Ekstrakurikuler

Sekolah memaparkan struktur kurikulum, mata pelajaran, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia. Siswa dapat mendaftar ekstrakurikuler sesuai minat mereka. Hari ini juga diisi dengan sesi motivasi dari alumni atau tokoh inspiratif.

Hari Keempat: Kegiatan Sosial dan Kebersamaan

Siswa baru diajak mengikuti kegiatan sosial seperti kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, menanam pohon, atau mengunjungi panti asuhan. Tujuannya menumbuhkan rasa kepedulian dan kebersamaan.

Hari Kelima: Refleksi dan Penutupan

Hari terakhir diisi dengan refleksi pengalaman selama MPLS, pengisian angket evaluasi, dan penutupan resmi. Siswa juga diberikan buku panduan siswa yang berisi informasi penting tentang sekolah.

Perbedaan dengan MPLS Sebelumnya

MPLS Ramah melarang keras segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal, serta pungutan biaya di luar ketentuan resmi. Sekolah wajib menyediakan kegiatan yang inklusif dan ramah bagi semua siswa, termasuk penyandang disabilitas. Pengawasan dilakukan oleh pihak sekolah dan komite orang tua untuk memastikan kepatuhan.

Kemendikdasmen menargetkan MPLS Ramah dapat diimplementasikan di seluruh sekolah di Indonesia mulai tahun ajaran 2026. Dengan pendekatan ini, diharapkan angka putus sekolah dan trauma pada siswa baru dapat ditekan. "Kami optimistis MPLS Ramah akan menciptakan generasi yang lebih percaya diri dan siap belajar," pungkas jubir Kemendikdasmen.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga