Polisi Cek Video Viral 3 Pria Diduga Asusila di Citeureup
Polisi Cek Video Viral 3 Pria Diduga Asusila di Citeureup

Kapolsek Citeureup Kompol Edy Santosa menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti viralnya video yang memperlihatkan tiga pria digerebek warga di sebuah kontrakan di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor. Menurutnya, anggota telah diterjunkan ke lokasi untuk memverifikasi kebenaran peristiwa tersebut.

"Kita cek kebenarannya. Anggota sudah saya minta ke lokasi," kata Edy saat dimintai konfirmasi pada Jumat (31/7/2026). Ia menambahkan bahwa Polsek Citeureup belum menerima laporan resmi dari warga terkait penggerebekan itu. Kendati demikian, penyelidikan tetap berjalan untuk mendalami fakta-fakta yang berkembang.

Belum Ada Laporan Resmi

Edy mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada warga yang membuat laporan ke polisi mengenai peristiwa penggerebekan di kontrakan tersebut. "Kami masih mendalami fakta terkait peristiwa itu," ujarnya. Polsek Citeureup masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, termasuk dari pemilik kontrakan dan para saksi di lokasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kejadian ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan warganet. Banyak yang menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi ketiga pria tersebut, namun tidak sedikit pula yang mendesak polisi untuk mengusut tuntas dugaan perbuatan asusila yang terjadi.

Video yang beredar luas itu telah memicu percakapan hangat di media sosial. Banyak warganet yang mengecam tindakan warga yang menggerebek dan mengunggah wajah para pria tersebut tanpa izin, sementara sebagian lain mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.

Isi Video Viral

Dalam video yang dilihat detikcom, tampak tiga pria sedang ditanyai oleh sejumlah warga di dalam ruangan kontrakan. Ketiga pria itu terlihat tidak mengenakan baju. Narasi yang beredar menyebut mereka adalah penyuka sesama jenis yang kedapatan melakukan perbuatan asusila. Rekaman juga memperlihatkan ketiga pria digiring warga keluar dari kontrakan, diiringi teriakan geram dari kerumunan yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan pantauan detikcom, video tersebut tersebar melalui aplikasi perpesanan dan kemudian diunggah ulang ke berbagai platform media sosial. Hingga kini, detikcom belum dapat memverifikasi secara independen seluruh isi video dan keterangan dari para pihak yang terlibat.

Kesaksian Warga Berinisial F

Seorang warga yang menyaksikan kejadian, berinisial F, menuturkan bahwa penggerebekan terjadi pada Kamis (30/6) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut F, peristiwa berawal ketika seorang warga melihat aktivitas mencurigakan dari balik jendela kontrakan. Warga tersebut lantas mengajak warga lain untuk melakukan pengecekan.

"Peristiwa bermula saat seorang warga mengaku melihat aktivitas mencurigakan dari balik jendela kontrakan, lalu mengajak warga lain untuk melakukan pengecekan. Berdasarkan keterangan warga, ketiga pria tersebut diduga tengah melakukan tindakan tidak senonoh (asusila)," tutur F ketika dihubungi detikcom.

Profil Tiga Pria

F menambahkan, ketiga pria tersebut telah lama tinggal di sekitar kontrakan itu. Salah satunya, yakni pemilik kontrakan, bahkan sudah memiliki istri. Dua lainnya adalah seorang pria muda dan seorang pria tua. F juga menyebut bahwa pemilik kontrakan itu sering terlihat bersama laki-laki lain di kontrakannya, namun warga mengira mereka hanya sekadar nongkrong.

"Nggak (tinggal satu kontrakan), itu ada satu orang yang punya kontrakan dan sudah punya istri. Sebelumnya emang sudah sering katanya nongkrong gitu bawa laki-laki, dikira cuma nongkrong biasa, eh nggak taunya mereka gay," kata F.

Ia merinci, "Yang digerebek satu orang pemilik kontrakan dan memiliki istri, satu orang pria muda, satu orang pria tua. Begitu dari yang saya lihat kemarin."

Imbauan Polisi dan Langkah Hukum

Kapolsek Edy Santosa mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Menurutnya, peristiwa seperti ini sebaiknya dilaporkan kepada pihak berwajib agar ditangani sesuai hukum yang berlaku. "Kami masih mendalami dan memastikan fakta-fakta yang ada. Kami juga mengimbau warga untuk menahan diri dan melapor kepada polisi jika menemukan hal-hal yang mencurigakan," kata Edy.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari ketiga pria dalam video tersebut. Polsek Citeureup pun belum menetapkan status hukum siapa pun karena proses penyelidikan masih berjalan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak menyebarkan video atau informasi yang belum jelas kebenarannya, agar tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

Hingga berita ini ditulis, belum ada perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian mengenai hasil pemeriksaan di lokasi. detikcom akan terus memantau perkembangan kasus ini.