Brigjen Nariyana Resmi Jadi Karumkit Polri Gantikan Irjen Prima
Brigjen Nariyana Jadi Karumkit Polri Gantikan Irjen

Rotasi jabatan di lingkungan Polri kembali bergulir. Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1584/VII/KEP./2026 tertanggal 30 Juli 2026 menjadi dasar pergeseran sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen). Di antara nama-nama yang dimutasi, pengangkatan Brigjen Nariyana Wilda Hayatun Nufus sebagai Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri menjadi salah satu sorotan utama.

Brigjen Nariyana resmi menggantikan Irjen Prima Heru Yulihartono yang telah memasuki masa pensiun. Sebelum menjabat Karumkit Polri, Brigjen Nariyana mengemban tugas sebagai Tenaga Dokkes Investigasi Kepolisian Utama Tk. II Pusdokkes Polri. Kini, ia dipercaya memimpin Rumkit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, sebuah posisi kunci dalam pengelolaan layanan kesehatan di lingkungan Polri.

"Brigjen Nariyana, Tenaga Dokkes Investigasi Kepolisian Utama Tk. Ii Pusdokkes Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Karumkit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Ttk," demikian bunyi Telegram yang dikutip pada Jumat, 31 Juli 2026. Surat telegram ini dikeluarkan sehari sebelumnya, tepatnya pada 30 Juli 2026, dan langsung menjadi perbincangan di internal kepolisian.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perwira yang Dirotasi di Lingkungan Pusdokkes Polri

Dalam surat telegram yang sama, terdapat sejumlah perwira menengah dan perwira tinggi yang mendapatkan posisi baru di Pusdokkes Polri. Mereka antara lain:

  • Tenaga Dokkes Investigasi Kepolisian Utama Pusdokkes Polri kini dijabat oleh Kombes Freddy Worang Johanes.
  • Kombes Budy Prasetijo diangkat sebagai Kabidyankes Rokespol Pusdokkes Polri.
  • Kombes Priyo Nugroho dipercaya menjabat sebagai Kabidjangmedum Rumkit Bhayangkara Pusdokkes Polri.
  • Brigjen Sumy Hastry Purwanti diangkat menjadi Karodokpol Pusdokkes Polri.
  • Kombes Apt Pancama Putra Hadi Wahyana kini menjabat sebagai Karolabdokkes Pusdokkes Polri.
  • Kombes Sasri Adijaya mengisi posisi Kamatfaskes Pusdokkes Polri.

Rangkaian mutasi ini menandakan adanya penyegaran di jajaran kedokteran dan kesehatan Polri. Berbagai posisi strategis, mulai dari pelayanan kesehatan, laboratorium, hingga fasilitas kesehatan, turut diputar untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Apa Itu Pusdokkes Polri?

Pusdokkes Polri adalah singkatan dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri. Sebagai unsur pendukung di lingkungan Markas Besar Polri, Pusdokkes memiliki peran vital dalam membina fungsi kesehatan kepolisian. Lembaga ini mengelola sumber daya manusia kesehatan, sarana prasarana rumah sakit, serta mendukung operasional kepolisian dari sisi medis.

Pelayanan kesehatan kepolisian tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan peningkatan kebugaran personel. Hal ini penting mengingat tugas kepolisian yang berat dan berisiko tinggi. Dengan adanya rotasi ini, diharapkan unit-unit kesehatan Polri semakin profesional dalam memberikan pelayanan.

Dengan demikian, mutasi di lingkungan Pusdokkes tidak hanya soal perpindahan jabatan, tetapi juga terkait dengan kesiapan layanan kesehatan bagi ratusan ribu personel Polri. Karena itu, penempatan perwira dengan latar belakang medis dan manajerial menjadi pertimbangan penting.

Pentingnya Posisi Karumkit Polri

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tk. I memiliki tanggung jawab besar. Posisi ini tidak hanya mengelola operasional rumah sakit, tetapi juga menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan bagi personel Polri dan keluarga besar mereka. Selain itu, rumah sakit Bhayangkara juga melayani masyarakat umum sesuai ketentuan yang berlaku.

Brigjen Nariyana diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dan membawa inovasi baru dalam manajemen pelayanan medis. Pengalaman sebelumnya di bidang investigasi medis memberikan perspektif khusus dalam menangani berbagai persoalan kesehatan di kepolisian.

Mutasi Polri sebagai Bagian Pembinaan Karier

Kebijakan mutasi di lingkungan Polri merupakan hal yang lazim. Kapolri memiliki kewenangan untuk merotasi, mempromosikan, dan menempatkan perwira di berbagai satuan kerja sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pengembangan karier personel. Telegram ST/1584/VII/KEP./2026 merupakan salah satu bentuk pelaksanaan kebijakan tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Mutasi kali ini tidak hanya berlangsung di Pusdokkes Polri. Sebelumnya, Polri juga merombak sejumlah jabatan di Baintelkam, dengan Brigjen Wawan Muliawan dalam posisi Wakabaintelkam. Selain itu, Kapolri juga melakukan rotasi terhadap 14 kapolres, mulai dari Padang hingga Raja Ampat. Gelombang rotasi ini menunjukkan dinamika pembinaan karier yang berjalan terus-menerus di institusi Polri.

Penempatan Brigjen Nariyana sebagai Karumkit Polri juga dinilai sebagai penyelarasan antara kompetensi dan jabatan. Sebagai perwira yang sebelumnya dekat dengan dunia kedokteran dan investigasi kesehatan, ia diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam pelayanan rumah sakit Polri.

Masyarakat luas pun dapat merasakan manfaat dari peningkatan kualitas rumah sakit Bhayangkara, karena rumah sakit ini kerap menjadi rujukan pasien umum di berbagai daerah. Oleh karena itu, kepemimpinan yang efektif di level Karumkit akan berdampak langsung pada mutu layanan.

Dengan adanya penyegaran di berbagai lini, diharapkan pelayanan Polri kepada masyarakat, termasuk di bidang kesehatan, semakin baik. Publik tentu menantikan kinerja Brigjen Nariyana dan jajaran Pusdokkes Polri dalam menjaga kesehatan personel serta mendukung tugas-tugas kepolisian secara keseluruhan.