Perayaan juara Persib Bandung yang digelar pada akhir pekan lalu berakhir tragis. Dua orang dilaporkan tewas akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras (miras). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa botol-botol miras yang ditemukan di lokasi perayaan mencapai jumlah yang sangat banyak, bahkan setara dengan satu mobil pikap.
Korban Tewas Akibat Miras
Farhan menyatakan bahwa korban tewas pertama dan kedua merupakan korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama pesta pawai juara Persib. "Semalam itu ditemukan lagi korban wafat yang kedua, kecelakaan lalu lintas karena minuman keras. Kami bahkan menemukan sampah botol minuman keras itu dua malam ini sampai satu mobil pikap," ujar Farhan di Bandung, Senin (25/5).
Menurut Farhan, dampak miras sangat dahsyat sehingga Pemkot Bandung akan melakukan razia besar-besaran terhadap peredaran miras. "Jadi memang kayaknya akan melakukan razia minuman keras habis-habisan, karena dampaknya segitu dahsyatnya ternyata," tegasnya.
Euforia Selesai, Sterilisasi Kota
Farhan menegaskan bahwa euforia perayaan pesta juara Persib telah resmi berakhir pada Minggu (24/5) malam. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menggelar konvoi atau selebrasi tambahan demi faktor keamanan. "Terakhir semalam enggak boleh ada acara Persib lagi yang sifatnya ramai, karena hari ini Pak Presiden akan datang. Jadi pengamanan sudah steril seluruh Kota Bandung," jelasnya.
Saat ini, Pemkot masih menunggu laporan lengkap mengenai volume sampah yang terkumpul selama pesta juara Persib. Selain itu, Farhan juga menerima laporan adanya kerusakan di 35 titik taman di Kota Bandung akibat pesta tersebut.
Langkah Tegas Pemkot
Pemkot Bandung berkomitmen untuk menindak tegas peredaran miras yang meresahkan. Razia akan digencarkan di seluruh wilayah kota untuk mencegah kejadian serupa terulang. Farhan berharap masyarakat dapat merayakan prestasi tim kebanggaan dengan lebih tertib dan aman di masa mendatang.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya konsumsi miras berlebihan, terutama saat perayaan massal. Pemerintah mengimbau warga untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menjaga ketertiban umum.



