Polisi mengungkap motif di balik ancaman teror bom yang terjadi di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku berinisial MY (34) ditangkap dan mengaku hanya iseng mengirimkan ancaman tersebut.
"Untuk motif dari pelaku sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan, yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin (13/6/2026).
Pendalaman oleh Densus 88 Antiteror
Meski pelaku mengaku iseng, pihak kepolisian masih mendalami keterangan MY. Polisi bersama Densus 88 Antiteror terus melakukan pendalaman, termasuk latar belakang pelaku. "Sedang kami dalami terus dari penyidik terus berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror," ujar Iman.
Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Metro Jakarta Selatan dan masih menjalani pemeriksaan intensif.
Penyisiran Gegana: Nihil Bom
Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror melakukan penyisiran di lokasi sekolah setelah menerima laporan ancaman. Hasilnya, tidak ditemukan bom atau benda mencurigakan di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.
"Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi saat dihubungi, Senin (13/7).
Ancaman Dikirim Saat Upacara Hari Pertama Sekolah
Ancaman tersebut dikirimkan melalui pesan pribadi WhatsApp kepada seorang guru dan petugas tata usaha (TU) pada saat siswa dan guru tengah mengikuti upacara bendera di hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Laporan diterima pukul 07.30 WIB, namun pesan baru dilihat setelah upacara selesai.
"Laporannya 07.30 WIB, tapi memang di-WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang semuanya, camat, lurah," jelas Nurma.



