Mayoritas Warga AS Perkirakan Perang Iran Akan Berlangsung Lama
Mayoritas Warga AS Perkirakan Perang Iran Lama

Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mayoritas warga negara Amerika Serikat (AS) memperkirakan perang melawan Iran akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Survei ini dilakukan saat pertempuran antara Washington dan Teheran semakin meningkat beberapa hari terakhir, dengan Presiden Donald Trump memberlakukan kembali blokade terhadap pelayaran Iran di kawasan Teluk.

Hasil Jajak Pendapat Reuters/Ipsos

Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang digelar selama tiga hari dan dirampungkan pada 12 Juli, seperti dilansir Reuters pada Selasa (14/7/2026), mendapati bahwa 79 persen responden berpendapat keterlibatan militer AS di Iran akan "berlangsung dalam jangka waktu yang lama". Angka itu tercatat meningkat dari 65 persen pada akhir Maret. Hanya 18 persen responden yang berpendapat bahwa perang melawan Iran akan "berakhir cukup cepat dalam hitungan minggu".

Dukungan terhadap Serangan Militer

Sekitar 37 persen responden, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos, mendukung serangan militer AS terhadap Iran. Jajak pendapat ini mensurvei 1.019 warga negara dewasa di berbagai wilayah AS, dan memiliki margin of error sekitar 4 poin persentase.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Konflik

Washington kembali menggempur target-target terkait Teheran pada 26 Juni lalu, untuk merespons apa yang mereka sebut sebagai serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global. Trump mengatakan pada Senin (13/7) bahwa AS akan kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran di kawasan Teluk dan akan menerima penggantian biaya sebesar 20 persen atas semua muatan kargo yang melintasi Selat Hormuz.

Dampak terhadap Negosiasi Damai

Langkah tersebut diambil setelah Teheran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, dan kedua negara saling melancarkan serangan rudal serta drone. Ketegangan terbaru ini semakin menimbulkan keraguan terhadap nota kesepahaman (MoU) yang diteken AS dan Iran pada Juni lalu. MoU tersebut mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian pertempuran, sembari kedua negara melanjutkan negosiasi damai selama 60 hari. Trump pekan lalu mengatakan bahwa dirinya menganggap gencatan senjata AS-Iran telah berakhir, namun tetap membuka peluang bagi perundingan lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga