Ketua DPRD Surabaya Dorong Sinergi Warga-Aparat Jaga Kota
Ketua DPRD Surabaya Dorong Sinergi Warga-Aparat Jaga Kota

Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifudin Zuhri, menegaskan bahwa keamanan merupakan kunci utama agar Surabaya tetap tumbuh sebagai kota metropolitan dan pusat ekonomi di Jawa Timur. Menurutnya, kondusivitas kota hanya dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif, bukan hanya mengandalkan aparat keamanan.

Keamanan Tanggung Jawab Bersama

Dalam siaran persnya pada Rabu (5/8/2026), Syaifudin Zuhri yang akrab disapa Kaji Ipuk menyampaikan bahwa Surabaya adalah kota metropolitan dengan beragam ras, suku, agama, dan kelompok yang hidup berdampingan. Karena itu, ia menekankan pentingnya mitigasi, pencegahan, dan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan keamanan.

"Surabaya tidak bisa dijaga hanya oleh pemerintah, Pak Wali Kota, RT, RW, ataupun aparat keamanan saja. Kota ini hanya bisa aman kalau seluruh komponen memiliki kesadaran bersama untuk menjaganya," tegas Kaji Ipuk.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia juga menyoroti bahwa stabilitas keamanan berpengaruh besar terhadap perekonomian Surabaya yang menjadi pusat perdagangan, jasa, investasi, pendidikan, hingga industri kreatif. "Kalau Surabaya tidak kondusif, maka ekonomi pasti akan terganggu. Padahal negara berkewajiban menjamin rasa aman, ketenangan, dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Silaturahmi Forkopimda Rutin

Untuk memperkuat sinergi antarlembaga, Kaji Ipuk menggagas silaturahmi rutin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pertemuan dilakukan secara bergiliran di berbagai instansi agar komunikasi antarpimpinan semakin erat. "Silaturahmi Forkopimda kita rutinkan. Kemarin di DPRD, nanti bisa di tempat Dandim, berikutnya di Polrestabes. Kita bergiliran supaya kebersamaan itu benar-benar terbangun," katanya.

Menurutnya, hubungan baik antarpimpinan akan mempercepat koordinasi saat menghadapi persoalan di lapangan. "Bukan hanya bertemu saat rapat resmi, tetapi membangun kebersamaan sebagai satu tanggung jawab bersama menjaga kota," imbuhnya.

Komunikasi Informal Melalui Ngopi dan Nyangkruk

Selain itu, Kaji Ipuk mendorong budaya komunikasi informal melalui kegiatan ngopi atau nyangkruk bersama unsur pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat. Forum santai ini dinilai membuat komunikasi lebih terbuka sehingga berbagai persoalan dapat dideteksi lebih awal.

"Kalau ngopi atau nyangkruk, pikiran dan masukan akan lebih mengalir. Tidak ada sekat. Dari situ kita bisa memahami kebutuhan wilayah masing-masing dan menyelesaikan persoalan sejak dini," ujarnya.

Ia berharap pola komunikasi tersebut juga diterapkan hingga tingkat kecamatan dengan melibatkan camat, kapolsek, danramil, lurah, hingga LPMK. "Kecamatan, Kapolsek, Danramil, lurah, LPMK harus saling mengenal. Jangan hanya bertemu ketika ada masalah. Keakraban itu harus dibangun sejak awal agar koordinasi berjalan lebih efektif," jelasnya.

Menumbuhkan Rasa Memiliki Kota

Ia menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kota Surabaya. Dengan begitu, seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga Kota Pahlawan tetap aman, nyaman, dan produktif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga