Pemilik KMP Mutiara Sentosa II Akui 5 Anak Tak Masuk Manifes
Pemilik KMP Mutiara Sentosa II Akui 5 Anak Tak Masuk Manifes

PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), perusahaan pemilik dan operator KMP Mutiara Sentosa II, akhirnya mengakui bahwa lima orang anak penumpang kapal tersebut tidak tercantum dalam manifes penumpang saat pelayaran dari Surabaya menuju Makassar. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Kepala Cabang PT ALP Surabaya, Ferdinan Pondang, di posko terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Rabu (5/8).

Klarifikasi Manifes dan Proses Pencocokan Data

Ferdinan Pondang menjelaskan bahwa kelima anak tersebut tidak didaftarkan oleh pembeli tiket atau orang tua mereka kepada pihak kapal. "Daftar anak itu memang tidak didaftarkan oleh si pembeli tiket ini kepada kami. Jadi, anak yang lima itu tidak termasuk manifes," ujarnya. Meski demikian, ia belum dapat memastikan jumlah pasti penumpang yang terdaftar dalam manifes KMP Mutiara Sentosa II pada pelayaran tersebut.

Pondang membantah adanya kelebihan muatan penumpang dibandingkan manifes. Ia menegaskan bahwa data penumpang masih dalam proses pencocokan dengan kantor pusat perusahaan. "Ini masih kita cross check sama yang di pusat. Kalau untuk itu tidak ada, (penumpang) kelebihan manifes ataupun apa enggak ada," katanya. Ia juga menyatakan belum bisa mempublikasikan data manifes kepada media karena masih dalam tahap klarifikasi internal.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Temuan Menteri Perhubungan dan Evaluasi Keselamatan

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa data manifes KMP Mutiara Sentosa II diduga tidak sesuai dengan kondisi faktual. Hal ini terungkap dari lima anak yang ditemukan dan dievakuasi, tetapi tidak tercatat dalam manifes resmi. "Ada lima anak yang tidak tercatat dalam manifest. Nanti mungkin hanya dicantumkan anak ini yang akan menjadi evaluasi kami juga, kenapa tidak tercatat di dalam manifest. Mestinya kan setiap penumpang yang ada di dalam kapal semua harus tercatat," kata Dudy saat meninjau korban kebakaran di Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (3/8) dini hari.

Dudy juga mengonfirmasi bahwa kelima anak tersebut dalam kondisi selamat dan sehat. "Alhamdulillah. Sementara yang saya dapat lima anak ini ada juga yang sehat," ucapnya. Temuan ini menjadi perhatian serius bagi Kementerian Perhubungan untuk mengevaluasi prosedur pencatatan penumpang di kapal.

Kronologi Kebakaran dan Upaya Evakuasi

KMP Mutiara Sentosa II yang berlayar dari Surabaya menuju Makassar dilaporkan terbakar hebat di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8). Berdasarkan data terakhir Basarnas pada Selasa (4/8), sebanyak 238 orang yang berada di kapal tersebut telah dievakuasi, namun lima orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk kebakaran KMP Mutiara Sentosa II resmi ditutup. "Karena itu, secara resmi saya sampaikan bahwa operasi SAR secara khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II secara resmi saya alihkan kepada operasi rutin, yaitu operasi kesiap-siagaan yang dikendalikan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya," kata Syafii dalam konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (4/8).

Dampak dan Langkah Lanjutan

Insiden ini menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran, termasuk akurasi manifes penumpang. Pihak PT ALP berkomitmen untuk berkoordinasi dengan manajemen pusat dalam menyelesaikan pendataan manifes. Sementara itu, Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan data penumpang, terutama anak-anak, tercatat secara resmi saat membeli tiket kapal. Hal ini penting untuk memudahkan proses evakuasi dan identifikasi dalam keadaan darurat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga